hero
(ANTARA FOTO)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

7 Desember 2018, 17:28 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Setelah diperiksa selama dua belas jam oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, Terlapor atas dugaan ujaran kebencian Habib Bahar bin Smith (HBS) ditetapkan sebagai tersangka. Tim kuasa hukum HBS yang keluar dari gedung Bareskrim diketahui tidak bersama dengan HBS. Diduga HBS keluar melalui pintu lain tanpa diketahui oleh awak media.

Habib Bahar bin Smith memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar diperiksa sebagai saksi terlapor terkait video ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Salah satu tim kuasa hukum HBS menyatakan bahwa HBS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik kepolisian. HBS diduga melanggar pasal 16 nomor 40 tahun 2008 serta pasal 45 nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan satu setengah tahun penjara bersifat akumulatif. "Kita akan diskusikan lagi terkait status tersangka, tapi belum ditahan, praperadila kita masih diskusikan juga," ujar Aziz Yanuar, kuasa hukum Habib Bahar bin Smith di gedung Bareskrim Polri, jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Desember 2018.

Tim kuasa hukum HBS menambahkan kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak dilakukan penahanan terhadap HBS lantaran tersangka akan kooperatif, tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

Senada dengan kuasa hukum HBS, penyidik Direktorat Kriminal Umum Mabes Polri menetapkan penceramah Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian kepada Presiden RI Joko Widodo.

Kabagpenum Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. (NET/Noventri Ario Putro)

"Penyidik Direktorat Kriminal Umum Bareskrim sudah menetapkan HBS sebagai tersangka, tentunya melalui proses pemeriksaan dan penyidikan. Dan kepada yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan dan setelah itu kembali beliau," ujar Kabagpenum Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri, Jumat,7 Desember 2018.

Syahar menambahkan bahwa penetapan HBS sebagai tersangka dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan dan penandatanganan berita acara pemeriksaan pada hari Kamis malam, 6 Desember 2018. HBS diperiksa sekitar 11 jam dan dicecar 29 pertanyaan di gedung Bareskrim Polri, jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, kasus penghinaan ini viral di media sosial saat HBS menjadi penceramah dalam acara Maulid Arba'in di gedung Ba'alawi, Sumatera Selatan, pada 8 Januari 2017 lalu. Atas perbuatannya ini, HBS disangkakan melanggar undang-undang, penghapusan diskriminasi ras dan etnis serta undang-undang ITE.

TIM LIPUTAN 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments