hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

7 Desember 2018, 12:05 WIB

KAB. KLATEN, INDONESIA

Siapa bilang punya keterbatasan fisik bikin kamu enggak bisa berkarya? Buktinya, seorang penderita tunanetra bernama Sartono ini masih bisa membuat karya seni yang enggak kalah dari seniman lainnya. Pria asal Klaten, Jawa Tengah ini setiap bulannya bisa membuat puluhan patung dengan berbagai bentuk dari kertas loh.

Salah satu contoh patung yang sudah berhasil ia buat adalah patung badak, gajah, harimau, bahkan patung Pangeran Diponegoro. Sartono sendiri sudah mulai menggeluti usaha patung dari kertas sejak 25 tahun terakhir. Ia mengaku ingin terus menjalani usaha ini karena tidak ingin pasrah terhadap keterbatasan fisik yang dimiliknya.

(NET/Prasetyowati)

"Karena keterbatasan ini saya menyemangati dalam hal perpatungan ini. Masalahnya saya kerja apapun mungkin mereka sendiri sudah tahu kondisi saya, ya kemungkinan kecil enggak mau menerima keadaan seperti saya," ujar Satono kepada Tim Liputan NET pada 4 Desember 2018 lalu.

Pria berusia 55 tahun ini sudah mengalami kebutaan sejak duduk di kelas 3 SD. Saat itu pengelihatan mulai terganggu usai ia terjatuh dari tangga. Usai menamatkan sekolah dasar, Sartono pun memilih kerja serabutan untuk membiayai hidupnya. Namun kini ia memutuskan untuk membuka usaha patung dari bahan kertas.

(NET/Prasetyowati)

Bermodalkan kertas sak semen, koran bekas, bilah bambu, kawat, dan lem kanji, ia pun mulai mencari nafkah dari usaha pembuatan patung. Untuk bisa menyelesaikan sebuah patung berukuran besar, Sartono memerlukan waktu selama satu bulan. Seluruhnya ia kerjakan secara manual dan mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan lemnya.

Salah satu jenis patung yang menjadi tantangan sendiri bagi Sartono adalah patung Gatot Kaca. Pasalnya patung jenis ini membutuhkan aksesori yang cukup lengkap seperti kumis, baju, selendang, bahkan mahkota.

(NET/Prasetyowati)

"Itu masalahnya macam-macam aksesorinya, jadi kita perlu mencermati betul. Kadang kita membutuhkan bantuan orang lain yg kurang yang mana. Terus terang kalau saya sendiri belum mampu. Tapi kalau sudah sekali buat, yakin saya bisa," tambahnya.

Patung kertas hasil karyanya ini dijual mulai dari Rp10 ribu hingga Rp250 ribu. Rata-rata pelanggan Sartono berasal dari lokal. Namun ia juga pernah mengirimkan patung buatannya ke Bali melalui seorang reseller.

(NET/Prasetyowati)

Kini Sartono bersama istri dan seorang anaknya menumpang tinggal di rumah orang karena enggak memiliki rumah sendiri. Ia berharap dengan kemampuannya ini, ada dukungan dari pemerintah agar usahanya bisa semakin berkembang dan maju.

PRASETYOWATI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments