hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

4 Desember 2018, 07:00 WIB

KOTA MOJOKERTO , INDONESIA

Seorang montir pada sebuah bengkel mobil matic mampu membuat inovasi cerdas berupa kursi roda elektrik yang dapat dikendalikan dengan ponsel pintar android.  Adalah Muhammad Shobirin, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur ini yang mampu merangkai sebuah kursi roda elektrik dengan komponen-komponen yang mudah didapat di toko-toko onderdil.  Shobirin mendapatkan ide awal pembuatan kursi roda ini dari kondisi mertuanya yang terkena stroke dan mengalami kelumpuhan pada kakinya, untuk itulah ia membuat kursi roda eletrik ini agar mertuanya bisa beraktifitas.

Muhammad Shobirin, pencipta inovasi kursi roda elektrik android. (NET/Muhammad Mufid)

"Waktu itu adalah dia terkena sakit stroke, dia gak bisa jalan harus didoronglah jadi saya berinisiatif gimana kalau kita kendalikan dengan handphone karena hampir setiap hari handphone selalu ada di sekitar kita. Saya coba gabungkan kursi roda ini dengan handphone akhirnya bisa," terang Muhammad Shobirin kepada NET. di Mojokerto, Senin, 3 Desember 2018.

Muhammad Shobirin mencoba kursi roda elektrik androidnya di depan workshop di Kota Mojokerto, Jawa Timur, Senin (3/12). (NET/Muhammad Mufid)

Konsep yang Shobirin gunakan dalam pembuatan kursi roda android ini cukup sederhana. Untuk dapur pacu kursi roda, Shobirin memasang motor dinamo di salah satu bagian roda, sedangkan untuk satu sisi roda yang lain dipasangkan alat pemancar wireless dan bluetooh yang terhubung dengan aplikasi remote virtual di ponsel pintar. "Pertama kali karena setiap hari kita dekat dengan handphone," ungkap Shobirin.

Kursi roda elektrik android karya Muhammad Shobirin ini menghabiskan dana sekitar 2 juta dalam pembuatannya. (NET/Muhammad Mufid)

Untuk satu kursi roda android, Shobirin menghabiskan dana sebesar dua juta rupiah. dan temuannya ini sempat ia ikutkan ke sejumlah lomba dan pameran di beberapa wilayah diantaranya Yogyakarta, Bali dan tentunya di Mojokerto sendiri. Bahkan Shobirin mengaku sempat mendapat pesanan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur namun ia masih memiliki kendala tim untuk merangkainya.

MUHAMMAD MUFID

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments