hero
(NET)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

30 November 2018, 22:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Revolusi Industri 4.0 membuka banyak peluang sekaligus menghadirkan tantangan yang tak ringan. Tantangan terutama untuk sumber daya manusia dan lembaga pendidikan. Hadirnya teknologi seperti kecerdasan buatan, teknologi informasi, perlahan akan menggantikan sumber daya manusia. Salah satu yang terancam dari fenomena ini adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lulusan SMK yang seharusnya langsung bisa bekerja kini terancam menjadi pengangguran.

Berangkat dari realitas ini, PT. NET Mediatama Televisi dan Maiji Business School menyelenggarakan pelatihan kelas industri dengan mengusung topik "Media Entrepreneurship Insight" untuk 100 orang siswa Kelas 11, SMKN 51 Jakarta Timur. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 27-29 November 2018.  Pada pelatihan ini, para praktisi penyiaran dari NET berkolaborasi dengan tim dosen Maiji Business School. Siswa SMKN 51 mendapatkan pembekalan wawasan tentang bisnis dan kewirausahaan dari pengajar Maiji Business School. 

Suasana kelas industri di SMKN 51 Jakarta Timur. (NET)

Sementara itu, para praktisi dari  NET memberikan wawasan seputar industri konten. Mulai dari pengenalan jenis media, mengidentifikasi target audience, hingga teknik produksi konten. Di hari terakhir, siswa diperkenalkan dengan platform NET Citizen Journalist sebagai salah satu peluang untuk mereka geluti sebagai pembuat konten bernilai jurnalistik. 

Berbagai tema seputar media entrepreneurship juga banyak dibahas selama pelatihan, misalnya pengenalan landscape ekonomi kreatif sampai pemetaan ide bisnis. Siswa SMK didorong untuk membuka wawasannya seputar peluangnya menjadi wirausaha industri kreatif. Munculnya banyak platform digital membuka peluang menjadi contentpreneurship terbuka semakin lebar. 

Antusiasme Siswa

Pengetahuan ini rupanya menjadi hal baru buat banyak siswa SMKN 51. Salah satunya Sabila Chaerani, siswa yang mengikuti pelatihan. "Sangat senang dan berterima kasih NET sudah mau berkunjung ke SMKN 51,” ujar Sabila. Ia mengaku mendapat banyak hal baru, termasuk tantangan agar mempunyai pemikiran lebih kreatif dan inovatif dalam menggali ide-ide baru. "Kreatif tapi menghasilkan duit. Usia remaja bisa menghasilkan uang sendiri lewat konten-konten yang kita buat,” lanjut Sabila.

Praktisi dari NET menjadi rekan diskusi siswa SMK. (ISTIMEWA)

Sabila kini duduk di kelas 11 SMKN 51. Remaja yang tinggal di Lubang Buaya, Jakarta Timur ini sudah punya rencana dan ide dari hasil pemikirannya selama mengikuti workshop. "Saya mau bikin konten tentang anak sekolah SMK. Berisi cerita sehari-hari yang lucu-lucuan, hiburan, tapi ada pelajaran dan edukasi. Saya mau bikin teasernya  di instagram dan kontennya di youtube," ujar Sabila. 

Sabila bahkan berani mengatakan bahwa menjadi content creator tak kalah menjanjikan daripada bekerja di satu perusahaan media. Ia pun mengaku tertarik dengan peluang sebagai jurnalis warga (citizen journalist). “Saya sebelumnya enggak tahu kalau video amatir kita bisa ditayangin di televisi. Ke depan saya mau kirim ke NET CJ,” lanjut Sabila. 

Tim Maiji Business School berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan siswa SMKN 51. (NET)

Beda lagi dengan Muhamad Rizki Fadil, siswa kelas 11 SMKN 51 lainnya. Remaja asal Makasar ini mengaku mendapat wawasan berharga dari dosen Maiji Business School yang mengajarkan cara menuangkan rencana usaha lewat bisnis model canvas. “Sempat mengenal tentang ilmu bisnis model canvas, tentang pengambilan gambar dengan kamera biar enggak goyang. Jadi tahu juga ada citizen jurnalis,” papar Fadil.

Apresiasi Guru SMKN 51

Kelas industri juga mendapat apresiasi dari guru SMKN 51, Rizky Hanizar. "Secara keseluruhan sangat positif buat menambah wawasan siswa terlebih mengenai soft skill karena itu yang memang dibutuhkan,” tukas Rizky. Rizky menambahkan bahwa mindset siswa SMK langsung mau kerja, padahal mereka punya banyak peluang sebagai wirausaha dengan kemampuan hard skill yang mereka punya dalam bidang multimedia dan broadcasting.

“Anak-anak sebelumnya motivasi belajarnya tidak terlalu tinggi. Justru dengan pelatihan seperti ini jadi membantu anak-anak meningkatkan motivasi belajarnya,” imbuh Rizky. 

Suasana belajar siswa SMKN 51 di ruang praktik editing. (NET)

Lebih dari itu, Rizki menaruh harapan besar untuk anak-anak didiknya di masa depan. “Kepercayaan industri belum terlalu baik pada SMK. Mudah-mudahan ada regulasi dari pemerintah yang bisa menjadi solusi,” kata dia. 

Inisiatif dibuatnya kelas industri datang dari Education Development Center (EDC). Lembaga swadaya masyarakat ini menghubungkan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta dengan perusahaan-perusahaan yang relevan."Misi kami link and match. SMK dengan jurusan yang relevan agar punya kontak langsung dengan industri yang akan mereka geluti", kata Country Manager EDC, Priska Sebayang. 

Gedung SMKN 51 di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur. (NET)

Dipilihnya SMKN 51 untuk didatangi tim pengajar dari NET karena sekolah ini menyediakan spesialisasi dalam bidang multimedia dan broadcasting. Di samping itu, motivasi kewirausahaan siswa dipertajam dalam pembekalan teori bisnis dari tim dosen Maiji Business School.

"Membuka wawasan dan kesempatan lebih luas agar siswa SMK bukan hanya siap kerja tapi bisa membuka lapangan kerja baru di bidang broadcasting dan multimedia," lanjut Priska. EDC konsen pada peningkatan soft skill siswa SMK. Tahun 2019 mendatang, EDC berencana menggandeng kembali NET dan Maiji Business School untuk berbagi wawasan ke lebih banyak lagi SMK di Jakarta.

Siswa SMKN 51 berkesempatan kontak langsung dengan praktisi industri penyiaran. (ISTIMEWA)

NET sudah setahun terakhir menjalin kemitraan erat dengan Maiji Business School, mulai dari penyusunan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar dari praktisi industri penyiaran, sampai pemagangan mahasiswa. Awalnya bernama STIE Maiji, setelah bermitra dengan NET, kampus ini mengubah namanya menjadi Maiji Business School. Kelas industri bersama merupakan kegiatan pengabdian masyarakat NET dan Maiji Business School.

FEBRY ARIFMAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments