hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

29 November 2018, 16:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Mahkamah Agung memberhentikan sementara dua hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dan panitera yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketiganya menerima suap terkait kasus perdata PT Citra Lampuan Mandiri (CLM). Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Mahkamah Agung (MA), Suhardi dalam konferensi pers yang digelar Kamis sore.

“Mahkamah Agung akan memberhentikan hakim dan panitera yang ditandatangani oleh Dirjen,” tegas Suhadi.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Iswahyu Widodo mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus suap penanganan perkara di PN Jaksel, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/11/2018) dini hari. KPK menetapkan lima tersangka yakni dua hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo dan Irwan, panitera pengganti PN Jaktim Muhammad Ramadhan, seorang pengacara Arif Fitrawan, serta pihak swasta Martin P. Silitonga sebagai tersangka dugaan suap terkait penanganan perkara perdata akuisisi PT Citra Lampia Mandiri oleh PT Asia Pacific Mining Resources yang digelar di PN Jaksel. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sebelumnya KPK telah menangkap tangan dua hakim PN Jakarta Selatan Iswahyu Widodo dan Irwan, Selasa malam. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan terkait penanganan perkara gugatan pembatalan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT Asia Pacific Mining Resources (APMR). 

Selain itu, KPK pun menetapkan panitera pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, seorang advokat Arif Fitrawan, dan pengusaha Martin Silitonga sebagai tersangka. 

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Irwan (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus suap penanganan perkara di PN Jaksel, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/11/2018) dini hari. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

KPK menemukan bukti uang 47 ribu dollar Singapura dari para tersangka yang ditangkap disebuah restoran cepat saji di Tanjung Barat, Jakarta. Uang tersebut diduga dari Arif untuk kedua hakim agar memutuskan vonis yang memenangkan PT CLM.

RIO PRAMASTA | ERWIN WIDIASTAMA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments