hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

28 November 2018, 18:25 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais ikut angkat bicara menanggapi kasus dugaan penyimpangan dana apel dan kemah kebangsaan Pemuda Islam Indonesia 2017. Kasus ini semakin ramai diperbincangkan karena menyeret nama Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.
 
Amien menilai bahwa kasus yang menyeret Dahnil Anzar sudah menjadi ranah kepolisian. Meski demikian, Amien merasakan adanya ketidakadilan. Hal ini disampaikan oleh Amien saat ditemui di sela-sela acara silaturahmi Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dengan warga Muhammadiyah di Hotel Prima Yogyakarta, Rabu siang.

Amien Rais mendampingi Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan warga Muhammadiyah di Yogyakarta. (NET/Sigit Pamungkas)

Amien memaparkan adanya 3 mega proyek Cina bernilai triliunan yang ia nilai penuh dengan korupsi tidak diperiksa dan seolah dibiarkan. “Yang ribuan miliar, yang triliun dibiarkan, saya betul-betul enggak bisa paham,” ujar Amien. 

Amien kemudian membeberkan proyek-proyek yang ia maksud. “Ada 3 mega proyek yang biaya dari Cina, namanya reklamasi Teluk Jakarta 300 triliun, mega proyek Meikarta 280 triliun, kemudian kereta api cepat Jakarta Bandung 90 triliun, disitu penuh dengan korupsi menggasak kedaulatan bangsa, enggak ada ijin gasak saja,” papar Amien.

Dahnil Anzar Simanjuntak di acara silaturahmi Prabowo Subianto dengan warga Muhammadiyah Yogyakarta. (NET/Sigit Pamungkas)

Amien lalu membandingkannya dengan korupsi puluhan anggota DPRD Malang yang ditangkap secara kolektif hanya karena korupsi Rp. 12 juta. Amien pun menyimpulkan bahwa pemerintah sekarang ini tidak berpihak kepada rakyat kecil. “Jadi ini rezim saya kira memang tidak bersimpati pada rakyat kecil,” urai Amien.

Seperti yang telah ramai diberitakan, kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia 2017 diinisiasi oleh Kemenpora dengan menghibahkan anggaran Rp 5 miliar. Dana itu dibagikan kepada dua organisasi yang menyelenggarakan kemah yakni Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor. Polisi kemudian memeriksa kedua organisasi tersebut, termasuk memeriksa Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak.
 
SIGIT PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments