hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

27 November 2018, 15:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kabar mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bergabung ke PDI Perjuangan (PDIP) selepas keluar dari masa hukumannya, kian santer. Kabar ini awalnya dilontarkan oleh Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi Ahok di tahanannya.

PDIP pun menyambut baik niat Ahok. Hal ini disampaikan oleh anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Menurut Masinton, PDIP merupakan partai terbuka bagi siapa saja yang sehaluan dengan ideologi Pancasila dan memperjuangkan kebhinekaan. “PDIP perjuangan adalah partai terbuka. PDIP terbuka bagi siapapun yang memperjuangkan Pancasila, kebhinekaan, kemudian memperjuangkan NKRI,” ujar Masinton.

Basuki Tjahaya Purnama saat dicalonkan oleh PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta 2017. (NET)

Meski Ahok pernah tersandung kasus penistaan agama, PDIP tak merasa khawatir suaranya tergerus saat pileg dan pilpres nanti. “Bagi kami bukan karena asupan elektoral semata, tapi memperjuangkan garis ideologi Pancasila, tegaknya Bhinneka Tunggal Ika hal yang prinsip bagi kami, tinggal masyarakat yang menilai,” tandas Masinton.

Kabar bergabungnya Ahok ke partai berlambang banteng moncong putih ditanggapi beragam oleh para politikus tanah air. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi biasa kabar ini, tapi menyatakan bahwa hak Ahok untuk mengekspresikan pilihan politiknya.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berfoto dengan warga saat "blusukan" ke kawasan Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta, Senin (6/2). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

“Kalau dia mendukung Pak Prabowo sebagai presiden itu baru seru. Kalau ini enggak seru. Dan itu bagus kalau dia sebagai orang bebas mengekspresikan politik secara terbuka, dia dilindungi Undang-undang,” ujar Fahri. “Saya kira go ahead silahkan bertarung. Tapi jangan lupa politik ini pertarungan nafas harus kuat. Tidak boleh jadi pendendam dan pendengki,” lanjut mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sementara itu, politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tak banyak berkomentar mengenai pengaruh Ahok pada Pilpres 2019 mendatang. “Saya belum bisa mengatakan berpengaruh atau tidak berpengaruh. Kita belum lihat apakah Ahok akan kampanye Pilpres,” tukas Sufmi.

Basuki Tjahaja Purnama saat memperhatikan Habib Rizieq pada sidang kasus dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Lain halnya dengan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno. Sandi mengucapkan selamat jika memang kabar ini benar. "Selamat saja, selamat untuk Pak Ahok. Pak Ahok itu sahabat saya kebetulan kita sama-sama pernah mengabdi di DKI. Jadi harapan saya dia terus mengabdi untuk bangsa,” kata Sandi. 

TIM LIPUTAN

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments