hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

26 November 2018, 12:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggencarkan upaya pencegahan korupsi sejak dini dengan membuka secara resmi Pusat Edukasi Antikorupsi, Senin pagi. Pusat Edukasi Antikorupsi ini menempati gedung lama KPK yang berada di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Peresmian dihadiri lima komisioner KPK, yaitu Agus Rahardjo, Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, Saut Situmorang, dan La Ode Muhamad Syarif. Hadir pula perwakilan Duta Besar dan lembaga antikorupsi dari berbagai negara. 

Dengan diresmikannya pusat edukasi ini, KPK mengajak segenap elemen bangsa untuk memberantas rasuah melalui pendidikan antikorupsi. Pusat edukasi ini nantinya tak hanya dapat dimanfaatkan oleh pegawai KPK, tapi juga masyarakat luas dan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

Suasana ruang kelas edukasi antikorupsi diperlihatkan kepada wartawan saat peresmian gedung pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti Corruption Learning Center (ACLC) di KPK, Jakarta, Senin (26/11/2018). Peresmian Anti Corruption Learning Center (ACLC) untuk meningkatkan pencegahan dan pemahaman masyarakat terhadap kejahatan korupsi yang digagas lembaga anti rasuah tersebut adalah media pembelajaran antikorupsi online. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

“Kita menggabungkan suatu kurikulum yang mungkin bisa memperkuat baik aparat penegak hukum maupun seluruh pemangku kepentingan. Supaya mereka lebih memahami aturan, supaya mereka bisa melakukan langkah langkah yang diperlukan untuk mencegah terjadinya korupsi,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

Terdiri dari empat lantai, gedung ini dilengkapi aneka kelas dengan kapasitas yang beragam. Terdapat satu auditorium yang dapat menampung peserta hingga 200 orang. Ada pula ruang kelas, ruang diskusi mini, pusat komputer dan ruang simulasi pemeriksaan penyidik KPK. Bukan hanya untuk dewasa, Pusat Edukasi Antikorupsi juga dilengkapi children corner untuk memberikan edukasi dini antikorupsi dengan metode permainan dan film.

Suasana ruang monitor edukasi antikorupsidiperlihatkan kepada wartawan saat peresmian gedung pusat Edukasi Antikorupsi atau  Anti Corruption Learning Center (ACLC) di KPK, Jakarta, Senin (26/11/2018). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Disain kelas pun dibuat semenarik mungkin. Salah satunya ruangan semi teater mini yang mengkondisikan suasana belajar mengajar lebih cair dan akrab. Ruang berkapasitas 60 orang ini dilengkapi dengan perlengkapan multimedia untuk memudahkan proses belajar. “Yang perlu dilatih disini itu yang utamanya pasti aparat penegak hukum, kemudian para politisi karena itu yang membawa indeks persepsi korupsi kita tertarik ke bawah,” tambah Agus.

Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti Corruption Learning Center (ACLC) dibentuk pada 2011 atas kerja sama KPK dengan lembaga donor Jerman Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Pusat Edukasi Antikorupsi juga mengembangkan program kelas internasional. Salah satunya kelas internasional pada tanggal 26 – 30 November 2018, yang akan diikuti para pejabat dan profesional dari 5 lembaga antikorupsi: Independent Joint Anti-Corruption Monitoring and Evaluation Committee (MEC) Afganistan; Bureau Independent Anti-Corruption (BIANCO) Madagaskar; Anti-Corruption Commission (ACC) Banglades; Administrative Control Authority (ACA) Mesir; dan Anti-Corruption Commission of the Republic of the Union of Myanmar (ACCM).

Diharapkan, pusat edukasi yang diinisiasi KPK ini dapat menjadi pusat pembelajaran antikorupsi kelas dunia dan menjadi rujukan di kawasan regional dalam meningkatkan integritas masyarakat.

NABILLA PUTERI | LUTHER HUTAGAOL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments