hero
(ISTIMEWA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

19 November 2018, 20:40 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Talkshow yang menghadirkan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, 14 November lalu memantik polemik di sejumlah kalangan terkait netralitas kampus. Tsamara saat itu hadir menjadi pembicara dalam acara Feminist Talkshow di Digilib Cafe, Fisipol, UGM.  Kehadiran Tsamara ini pun mengundang polemik, mengingat sebelumnya politikus dari Partai Gerindra Sudirman Said batal mengisi seminar kebangsaan di Fakultas Peternakan pada 12 Oktober 2018 lalu. 

Panitia acara menjelaskan bahwa mereka sebelumnya telah meminta ijin pada pihak kampus untuk menggelar acara talkshow dengan menghadirkan timses dari pasangan calon presiden. “Sebenarnya tidak ada masalah ya, karena sejak awal ketika masuk ke kampus, saya bilang saya akan mengundang ini. Dan ini adalah tokoh politik dan saya tegaskan saya tidak akan membahas tentang politik dan ternyata pihak kampus tidak ada masalah,” ujar Ketua Penyelenggara Seminar, Muhammad Subkhi Adzimi.

Fisipol UGM tempat diselenggarakannya Feminist Talkshow. (NET/Sigit Pamungkas)

Pihaknya juga telah menghubungi 2 narasumber yang dinilai mewakili kalangan milenial yakni Tsamara Amany dan Hanum Rais. “Sebenarnya kami pernah mengajukan kerjasama dengan PSKK (Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan). Ketika kami mengajukan kerjasama itu PSKK bisa menerima kerjasama dengan syarat kedua kubu, nah kami berusaha menghubungi Mbak Hanum Rais, cuma ketika itu kami gagal ketika menghubungi Mbak Hanum,” kata Subkhi. 

Gagal menghadirkan Hanum, panitia pun menggantinya dengan Prof. Muhajir dari PSKK UGM. Panitia menyatakan bahwa acara talkshow dengan tema perempuan dalam kebijakan publik, murni membahas tema tersebut dan tidak ada unsur kampanye di dalamnya. 

Kepala Humas UGM, Iva Ariyani. (NET/Sigit Pamungkas)

Menanggapi polemik timses masuk kampus tersebut, pihak UGM menyatakan bahwa kampus terbuka bagi siapapun, tak terkecuali timses dari pasangan calon presiden. Meski demikian tokoh yang dihadirkan dari dua kubu paslon diminta tak berkampanye, serta mengikuti semua prosedur di dalam kampus.   
 
“Siapapun itu tokoh-tokoh politik  yang mau berbicara di UGM dalam kerangka akademis kita selalu terbuka, jadi tidak ada masalah selama memenuhi aturan yang berlaku, lalu kemudian tidak kampanye,” tukas Kepala Humas UGM, Iva Ariyani.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga ikut melakukan pengawasan acara talkshow yang melibatkan Tsamara Amany. Meski demikian pihaknya tidak menemukan adanya usur kampanye dalam acara tersebut.

Aktifitas di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). (NET/Sigit Pamungkas)

“Sebelum pelaksanaan kita sudah melakukan upaya pencegahan kepada panitia, mengingatkan di kampus tidak boleh ada unsur-unsur kampanye, kemudian pada saat pelaksanaan panitia mematuhi itu,” urai Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Sleman, Vici Herawati. Vici menambahkan bahwa sejauh pengawasan yang mereka lakukan, Bawaslu tidak menemukan adanya unsur-unsur adanya kampanye selama acara berlangsung.

Bawaslu Kabupaten Sleman sendiri akan terus melakukan pengawasan adanya kampanye di dalam kampus-kampus. Jika nantinya ditemukan adanya kampanye dalam kampus pihaknya akan langsung melakukan penindakan.
 
SIGIT PAMUNGKAS 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments