hero
Rami Malek dalam film 'Bohemian Rhapsody' (2018). (IMDB)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

14 November 2018, 07:00 WIB

AMERIKA SERIKAT

Berhasil mendulang sukses, siapa sangka film ‘Bohemian Rhapsody’ juga menuai banyak kritik. Film yang disutradarai oleh Bryan Singer itu dinilai memiliki banyak ketidakakuratan sejarah karena salah menginterpretasikan beberapa kisah Freddie Mercury. 

Buat kamu yang sudah menonton film ini, lalu benar-benar mengikuti perjalanan Queen dan Freddie, pastinya tahu apakah memang ada yang janggal atau tidak di film yang diperankan oleh Rami Malek itu.

 

Joseph Mazzello, Rami Malek, dan Ben Hardy dalam film 'Bohemian Rhapsody' (2018). (IMDB)

Film biopik adalah proyek yang sulit untuk dilakukan, terutama jika salah satu tokoh utama film telah meninggal dunia. Penggambaran Freddie oleh Rami Malek memang dipuji dan memang seharusnya demikian. Tetapi cerita yang dibawakan agak aneh di beberapa bagian. Di film ini, Queen hampir muncul seperti band yang mencoba mengambil warisan Freddie. 

Salah satu keluhan terbesar tentang ‘Bohemian Rhapsody’ adalah bagian Freddie Mercury yang berhenti dari Queen untuk bersolo karier. Dalam film, drummer Roger Taylor adalah yang paling keras mengeluh. Namun, dalam kenyataannya, Taylor telah merilis dua album solo dan gitaris Brian May juga merilis album solo sebelum itu. 

Rami Malek dan Gwilym Lee dalam film 'Bohemian Rhapsody' (2018). (IMDB)

Bisa dikatakan tidak ada bukti bahwa band ini pernah bubar. Belum lagi adegan di mana Rami Malek sebagai Mercury memohon untuk kembali ke band, tampaknya sangat tidak menarik. Terutama ketika mereka membuatnya duduk di aula untuk membuat keputusan.

Kritikan lainnya juga menyebutkan bahwa dalam film ini Queen digambarkan sebagai sekelompok paduan suara anak laki-laki, kecuali Freddie Mercury. Beberapa adegan yang muncul juga seperti menunjukkan bahwa Queen memiliki dendam terhadap Mercury. Maka tak heran jika banyak yang beranggapan bahwa sejarah telah dilencengkan. 

Rami Malek dan Lucy Boynton dalam film 'Bohemian Rhapsody' (2018). (IMDB)

Dalam film tersebut, Freddie Mercury mengungkapkan kepada bandnya bahwa ia menderita AIDS selama latihan tahun 1985, untuk pertunjukan mereka di Live Aid. Yang benar adalah, Freddy Mercury tidak didiagnosis AIDS hingga tahun 1987. Band ini terus merekam lebih banyak album dan mendapatkan hit single di tahun-tahun setelah Live Aid.

Di luar berbagai kritik yang menyerang, film berdurasi 134 menit itu tetap mendulang keuntungan yang besar. Per 11 November 2018, 'Bohemian Rhapsody' sudah mendapat keuntungan sebesar US$ 286 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun secara global.

MOVIE WEB | BOX OFFICE MOJO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments