hero
(ANTARA/Dedhez Anggara)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

12 November 2018, 19:00 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan rencana besar penanganan banjir di wilayahnya. Rencana penangangan itu berupa pembentukan unit kerja pemerintah regional bernama Pemerintah Cekungan Bandung. 

“Mengurus banjir enggak bisa sendiri-sendiri, Kota Bandung, Kota Cimahi (sendiri-sendiri), tapi oleh pemerintah Cekungan Bandung yang bentuknya dan namanya nanti akan kita cari,” ujar pria yang biasa disapa Emil ini usai mengunjungi Kantor Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Senin pagi.

Ridwan Kamil saat mengunjungi Kantor Paguyuban Pasundan. (NET/Iqwan Sabba)

Pembentukan Pemerintah Cekungan Bandung ini telah mendapatkan payung hukum dari Presiden Republik Indonesia. Payung hukum tersebut berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 45 Tahun 2018 tentang Tata Ruang Kawasan¬ Perkotaan Cekungan Bandung yang sudah diteken oleh Presiden Joko Widodo.

Perpres ini selaras dengan blue print yang disusun oleh Pemprov Jawa Barat sebagai provinsi tangguh bencana. “Jawa Barat sedang menyiapkan cetak biru, resiliance province, provinsi yang tangguh bencana. Di dalamnya memuat strategi-strategi penanganan bencana. Termasuk Peraturan Presiden tentang cekungan Bandung sudah keluar,” kata Emil.

Pengendara melintasi banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (11/11/2018). Banjir sedalam 30 hingga 50 cm tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Citarum serta intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Bandung. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Menurut Emil penanganan banjir yang lebih terencana di wilayahnya sudah mendesak. “Katakanlah tak ada manusianya, 60% rutinitas bencana hidrologis terjadi di Jawa Barat. Air yang berlebih, air yang meluap, dan sebagainya,” lanjut mantan Wali Kota Bandung ini.

Dengan adanya Pemerintah Cekungan Bandung, penanganan banjir dikerjakan bersama-sama antara Pemprov Bandung dan pemerintah kabupaten di kawasan Cekungan Bandung Raya, seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. 

Warga menggunakan perahu karet melintasi banjir yang melanda Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (12/11/2018). Banjir hingga 1,5 meter tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Citarum serta intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Bandung. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Arsitek lulusan University of California Berkeley ini berjanji dalam waktu setahun ke depan perbaikan-perbaikan dalam hal penanganan banjir akan lebih baik daripada sekarang. Sebagai arsitek Emil memang memiliki perhatian besar pada disain tata ruang dan perencanaan wilayah. Di akun instagramnya, Emil kerap mem-posting rancangannya terkait perencanaan wilayah sungai. Salah satu posting-nya berisi sketsa penanganan Sungai Citarum.

Sketsa penanganan Citarum yang digambar oleh Ridwan Kamil. (INSTAGRAM @ridwankamil)

Pada masa awal setelah dilantik jadi Gubernur Jawa Barat, Emil juga sempat mem-posting rencananya menyulap Kalimalang agar seindah Sungai Cheyonggyecheon di Seoul. Disain Kalimalang itu kini sedang disiapkan alokasi anggaran untuk merealisasikan pembangunannya.

Selain Perpres mengenai banjir di Cekungan Bandung, Emil kini tengah mengupayakan  pembebasan lahan untuk pembuatan danau di sekitaran kawasan langganan banjir seperti Cienteung.

IQWAN SABBA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments