hero
(NET.CJ/Inung Trian)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 November 2018, 12:05 WIB

KAB. BANJARNEGARA, INDONESIA

Sejak ramainya pengguna media sosial, banyak sekali berita fitnah dan hoax yang beredar. Meski terkesan sederhana, berita hoax ini ternyata bisa menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Berawal dari keprihatinan itulah sekelompok siswa di SMKN 1 Banjanegara, Jawa Tengah, membuat aplikasi software bernama Antihoax. Aplikasi ini digunakan sebagai media filter informasi dan berita yang ada di media sosial.

(NET.CJ/Inung Trian)

Aplikasi ini sendiri menghadirkan fitur pelaporan dan penilaian kebenaran sebuah informasi atau berita. Untuk bisa menggunakan aplikasi ini, pengguna perlu mendaftar dan terverifikasi dulu dengan menggunakan foto dan ktp.

"Saat kita sedang membuka media sosial atau internet dan menemukan berita bohong, kita bisa melaporkan berita ini pada pihak berwajib. Caranya dengan memasukan judul, deskripsi, sumber berita, dan bukti gambar," ujar Didik Maulana Ardiansyah seperti dikutip dari NET.CJ pada Kamis, 8 November 2018.

(NET.CJ/Inung Trian)

Untuk melaporkan berita tersebut benar atau tidak, kamu harus terdaftar sebagai pengguna aktif. Walau masih baru, aplikasi ini diklaim cukup efektif untuk menyaring peredaran berita bohong. Aplikasi Antihoax ini sudah bisa diakses melalui komputer ataupun smartphone. 

Meski demikian, para siswa mengaku akan terus melakukan penyempurnaan dalam aplikasi ini. Dengan hadirnya aplikasi ini, para siswa berharap peredaran berita fitnah dan hoax bisa semakin dikenadalikan dan tidak membuat masyarakat dirugikan.

NET.CJ INUNG TRIAN  

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments