hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

29 Oktober 2018, 20:23 WIB

TANGERANG SELATAN, INDONESIA

Kakak kandung Kapten Harvino masih berharap masih bisa bertemu dengan adiknya, Kapten Harvino yang menjadi Co Pilot pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin pagi. Suasana kecemasan memang menyelimuti kediaman Co Pilot Kapten Harvino di daerah Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Senin malam. Isak tangis dan ucapan doa tak berhenti dipanjatkan kepada Sang Khalik dengan harapan Kapten Harvino dapat ditemukan dengan selamat.

Novi Cahyadi, Kakak Co-pilot Kapten Harvino saat diwawancara awak NET di kediaman korban di Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (29/10). (NET/Dimas Arif Setiawan)

"Kita berharap masih bisa ketemu walaupun hidup dan meninggal dan kalo meninggal kita harap bisa dibawa kesini untuk dikubur disini," ujar Novi Cahyadi, kakak kandung Kapten Harvino di kediaman Kapten Harvino, perumahan Serpong Green Park 2 Blok F 19 Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin malam, 29 Oktober 2018.

Menurut Novi, adiknya seperti biasa berangkat kerja selepas subuh namun jelang siang mendapat informasi dari keluarga dan mengecek ke media online mengenai peristiwa ini dan berusaha mengecek ke kantor Lion Air. Tak berapa lama, ia kemudian dihubungi oleh pihak Lion untuk menyiapkan beberapa barang untuk test DNA. Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban Kapten Harvino masih berharap dan menunggu kabar terbaru dari pihak Basarnas.

Vivin Wulandari, adik korban Co-pilot Kapten Harvino shock mendengar kabar mengenai sang kakak. (NET/Dimas Arif Setiawan)

Adik korban, Vivin Wulandari tampak shock saat mendengar kabar sang kakak yang berangkat menerbangkan pesawat. "Dia itu seharusnya enggak terbang karena habis medical check. Giginya bolong baru ditambal. Tapi enggak tahun ini kenapa terbang,"ujarnya di kediaman sang kakak Kapten Harvino.

Rumah Duka Co-pilot Kapten Harvino, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perumahan Serpong Green Park 2 Blok F 19 Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin siang (29/10). (NET/Dimas Arif Setiawan)

Sebelumnya pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta - Pangkal Pinang yang take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.10 WIB hilang kontak, dan belakangan diketahui jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Kapten Harvino yang terbang bersama Pilot Kapten Bhavve Suneja ini meninggalkan istri dan 3 orang anak. 

DIMAS ARIF SETIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments