hero
(FACEBOOK/Bartselana Student Bank)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

24 Oktober 2018, 12:05 WIB

PERU

Saat berusia 7 tahun, apa hal yang sering kalian lakukan? Pasti kalau enggak bermain, kalian juga hanya meminta uang kepada orang tua untuk jajan kan? Tapi seorang bocah bernama Jose Adolfo Quisocala Condori ini berbeda dari kebanyakan bocah pada umumnya. 

Saat temen-temannya hanya menghabiskan waktu dengan bermain dan bersenang-senang, ia justru sudah menjalankan usaha berupa bank tabungan anak-anak. Dikutip dari Oddity Central pada 22 Oktober 2018, Jose awalnya mendapatkan ide untuk membangun bank setelah ia sadar teman-teman banyak menghabiskan uang untuk membeli permen dan mainan. 

Padahal, jika digunakan dengan tepat uang-uang tersebut bisa digunakan untuk membeli barang yang lebih berguna. Dari situlah remaja yang kini sudah berusia 13 tahun ini kemudian membangun sebuah bank khusus anak-anak.

(FACEBOOK/Bartselana Student Bank)

Perjuangan Jose pun enggak langsung berhasil, gurunya bahkan sempat menolak idenya karena dianggap belum cukup umur untuk bisa mengatasi sebuah bank anak. Enggak cuma itu, ia juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-teman sekelasnya.

"Awalnya, guru-guru berpikir saya gila atau anak-anak tak bisa membuat proyek ini. Saya juga sempat mendapatkan gurauan dan penindasan dari teman-teman sekelas ketika sedang menggarap pekerjaan ini," ujar Jose.

Meski sempat dipandang sebelah mata, remaja asal Peru ini akhirnya bisa mendirikan Bartselana Student Bank di Arequipa, Peru. Di bank ini, anak-anak sebagai klien dan membawa sampah daur ulang berupa plastik dan kertas.

(Peruanosnews)

Untuk bisa menjadi anggota, anak-anak diharuskan membawa sampah minimal 5 kg. Supaya keanggotaannya terus aktif, nasabahnya harus menyetor sampah minimal 1 kg per bulan. Kemudian, para nasabah harus menetapkan target tabungan dan hanya bisa mencairkan tabungannya jika telah mencapai target.

Supaya sampah tersebut bernilai jual tinggi, ia memilih kerja sama dengan perusahaan daur ulang setempa. Kemudian, hasil penjualannya dari sampah tersebut kemudian dideposit ke rekening nasabah.

Supaya sesuai dengan visi dan misinya,  Jose membuat aturan klien harus anak-anak dan hanya mereka yang bisa menarik uang. Kerja kerasnya pun kemudian membuahkan hasil.

Hingga saat ini, total nasabahnya sudah hampir menembus 2 ribu orang. Ia pun menggandeng salah satu bank besar di Peru untuk mempermudah anak-anak mengakses keuangan.

(Panamericana TV)

Banyak bekerja sama dengan perusahan besar tidak membuat Jose minder. Bahkan ia mengaku tidak takut sama sekali saat harus meeting atau melakukan pertemuan bisnis dengan para koleganya.

"Saya tidak merasa terintimidasi dengan eksekutif bank ketika bicara tentang bisnis. Cara bisnisnya ramah dan jujur. Saya merasa nyaman dengan orang dewasa karena memahami proyek yang saya usulkan kepada mereka,”papar Jose.

Berkat kerja kerasnya ini, Jose sering disebut sebagai sosok muda yang menginspirasi. Jose mendapatkan banyak penghargaan dan telah ditampilkan dalam dokumenter asing tentang pengusaha anak.

ODDITY CENTRAL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments