hero
(YouTube/Kassim Kayira)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

22 Oktober 2018, 06:05 WIB

UGANDA

Saat memasuki usia 40 tahun, kebanyakan wanita normal biasanya memiliki 3-4 anak saja. Tapi berbeda dengan seorang perempuan asal Uganda ini. Diusia yang baru menginjak 40 tahun, wanita bernama Mariam Nabatanzi ini sudah melahirkan 44 anak loh. 

Ia diketahui telah enam kali melahirkan anak kembar dua, empat kali melahirkan kembar tiga, tiga kali melahirkan kembar empat dan beberapa kali melahirkan satu anak. Dikutip dari laman Oddity Central pada Kamis 18 Oktober 2018, Mariam diketahui telah menikah sejak berusia 12 tahun dengan seorang pria yang lebih tua 28 tahun darinya.

Wanita yang tinggal di Desa Kabimbiri di Distrik Mukono ini mengaku terpaksa menikah demi bisa menghindari ibu tirinya yang berusaha membunuhnya. Sayangnya, keinganannya itu tidak berjalan dengan mulus, karena suami Mariam sering menyiksanya. Bahkan kini, suaminya sudah menikah dengan perempuan lain dan hanya datang setahun sekali dalam kondisi mabuk.

"Suami saya berpoligami dan memiliki banyak anak dengan hubungannya yang lalu-lalu. Saya harus mengurus mereka semua. Dia juga sangat kasar dan akan memukul saya setiap ada kesempatan, bahkan ketika saya mengatakan sesuatu yang tidak ia suka," kata Mariam.

Mariam dan sejumlah anaknya. (YouTube/Kassim Kayira)

Kemudian saat memasuki usia 13 tahun, dia melahirkan anak kembar pertamanya. Dua tahun kemudian, dia melahirkan kembar tiga dan dua tahun berikutnya, kembar empat.

Meski bukan hal yang biasa bagi para perempuan, Mariam mengaku tidak merasa aneh dengan jumlah anak yang ia lahirkan. Soalnya, ayah Mariam sebelumnya juga mempunyai 45 anak tapi dari perempuan berbeda.

Setelah melahirkan 18 orang anak, Mariam sempat ingin berhenti melahirkan dan hendak menggunakan alat kontrasepsi. Namum saat ia pergi ke rumah sakit, dokter kandungan yang ia temui mengatakan bahwa akan sangat berbahaya jika Mariam menghentikan kesuburannya.

"Saya disarankan untuk terus subur karena menahan kesuburan berarti kematian bagi saya. Saya mencoba menggunakan Inter Uterine Device (IUD), tetapi saya jatuh sakit dan muntah-muntah, hingga hampir meninggal. Saya mengalami koma selama sebulan," ujar Mariam.

Melihat kondisi tersebut, ia pun memutuskan untuk menghentikan usahanya. Dan benar saja, menginjak usia 23 tahun Mariam sudah memiliki 25 anak. Saat itu, Dia kembali ke rumah sakit dan meminta agar tak lagi punya anak. Namun pihak rumah sakit masih memberikan jawaban yang sama karena sel telur Mariam masih sangat tinggi.

"Kasusnya adalah hiper-ovulasi. Dimana rahim melepaskan beberapa telur dalam satu siklus sehingga meningkatkan peluang melahirkan anak kembar," terang seorang dokter kandungan bernama Kiggundu.

Anak-anak Mariam. (YouTube/Kassim Kayira)

Meski begitu, ada satu prosedur yang bisa menghentikan kehamilan. Akhirnya di Desember 2016, dia berhenti melahirkan anak setelah dokter memotong rahimnya dari dalam melalui proses operasi.

Dari 44 anak yang ia lahirkan, total 38 anak yang hidup sampai sekarang. Meski memiliki anak dalam jumlah banyak, Mariam mampu menghidupi mereka semua sebagai seorang single parent. Mariam mengaku tabah menjalani nasibnya setelah bibinya memberi nasihat agar dia tetap mempertahankan pernikahannya dan fokus ke anak-anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mariam rela bekerja apa saja agar bisa memberi makan keluarganya. Selain menjual obat herbal, dia juga bekerja sebagai penata rambut saat pernikahan.

"Semuanya dari kantong saya. Saya beli 10 kg tepung setiap hari, 4 kg gula sehari, dan 3 lusin sabun. Tuhan sangat baik pada kami sehingga tidak ada satu haripun kami tidak memiliki makan." tutup Mariam.

ODDITY CENTRAL | DAILY MONITOR

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments