hero
(Sporting News)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

21 Oktober 2018, 09:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Amerika sering jadi tempat impian banyak orang untuk mewujudkan cita-cita mereka. Sampai-sampai ada istilah "American Dream". Dan salah satu orang yang berhasil mewujudkan itu adalah Shahid Khan, imigran asal Pakistan yang kemudian menjadi miliuner di Negeri Paman Sam.

Shahid yang lahir pada Juli 1950, pertama kali tiba di Amerika pada tahun 1960-an. Kemudian di tahun 1967, Shahid meninggalkan keluarganya di Pakistan untuk belajar di University of Illnois. Saat itu ia hanya mengantongi uang saku sebesar $500 atau sekitar Rp75 juta.

Sambil kuliah, Shahid bekerja sebagai pencuci piring dengan gaji Rp17 ribu per jam.  Ia juga hidup sederhana di kamar seharga Rp24 ribu per malam yang disewakan oleh yayasan YMCA untuk Shahid.

(Sky Sports)

Setelah empat tahun kuliah, dia lulus dengan gelar sarjana sains di bidang teknik industri pada tahun 1971. Mulai dari sini, nasib Shahid perlahan berubah. Dia mendapat pekerjaan di Flex-N-Gate, sebuah perusahaan sparepart mobil.

Tujuh tahun kemudian, pria yang dikenal dengan kumis khasnya ini keluar dari perusahaan tersebut. Dia lalu membuka Bumper Gate, perusahaan spare part khusus mobil pick up. Setelah dua tahun, Shahid kembali ke tempat pertamanya bekerja. Bukan untuk melamar sebagai karyawan lagi, melainkan membeli Flex-N-Gate.

Di tangan Shahid, usaha ini berkembang dari perusahaan lokal menjadi supplier internasional. Usahanya berkembang pesat di tahun 90-an dan 2000-an. Dia juga menyuplai untuk perusahaan ternama seperti Toyota.

(The Business Journals)

Pada tahun 2010, Flex-N-Gate memiliki  12.450 karyawan dan 48 cabang usaha. Pendapatan Shahid dari usahanya ini mencapai  2,5 miliar Poundsterling sekitar Rp50 triliun. Wow banget kan??

Tapi Shahid enggak puas sampai di sini saja. Pria yang juga tertarik dengan olahraga ini membeli klub NFL, yang pertandingannya sering dia tonton sejak masih bekerja sebagai pencuci piring. Sebagai bos di klub ini, Shahid membawa angin segar.

Dia yang berasal dari Pakistan dapat menyebarkan nilai toleransi dan meminimalisir rasisme yang sebelumnya berkembang di kalangan pemain serta penonton.

Tapi jadi orang kaya-raya enggak langsung membuat dia jumawa nih. Salah satu buktinya, Shahid dan istrinya Ann, rutin mengadakan kegiatan amal dan pemberdayaan anak muda, khususnya di kota tempat tinggal mereka.

THE SUN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments