hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

12 Oktober 2018, 07:00 WIB

AMERIKA SERIKAT

Kematian bisa menjadi hal yang ditakuti sebagian orang. Namun, pernah kah terbayang oleh kamu jika momen tersebut justru menjadi titik perubahan yang sampai bisa menyelamatkan hidup orang lain?

Hal itu yang terjadi pada beberapa selebriti berikut ini. Kematian mereka tak hanya menyisakan kesedihan bagi keluarga dan penggemarnya, melainkan juga rasa bangga karena menjadi salah satu agen perubahan bagi sekitar bahkan dunia. 

1. Rock Hudson.

Rock Hudson. (GRUNGE)

Rock Hudson, seorang aktor besar pada zamannya itu bisa dibilang menjadi salah satu selebriti yang selalu tampil prima. Namun di tahun 1980, tiba-tiba penampilannya berubah dan secara mengagetkan ia merilis sebuah pernyataan bahwa dirinya sedang sekarat karena AIDS. 

Sejak berita itu keluar, banyak orang yang semakin sadar akan bahayanya penyakit ini. Dokter-dokter dunia pun mengatakan bahwa pengumuman yang dilakukan Rock Hudson menjadi satu-satunya peristiwa paling penting dalam sejarah epidemi.

2. Kate Spade dan Anthony Bourdain.

Kate Spade dan Anthony Bourdain. (GRUNGE)

Pada 5 Juni 2018, desainer Kate Spade bunuh diri di apartemennya di New York, Amerika Serikat. Selang tiga hari kemudian, Anthony Bourdain juga mengakhiri hidupnya di Prancis. Kisah yang bisa dibilang tragis. 

Keduanya sangat dicintai oleh publik. Spade telah memulai rumah mode sukses dengan tas-tas yang laris di pasaran. Setelah dia meninggal, Twitter penuh dengan unggahan para wanita yang menceritakan kisah tas Kate Spade pertama mereka dan apa artinya bagi mereka. Bourdain adalah seorang koki, penulis, dan tokoh TV yang acaranya selalu menjadi hits

Sejak peristiwa ini, jadi banyak orang dan pasangan yang menahan hasratnya untuk bunuh diri. Menurut Good News Network, panggilan ke National Suicide Prevention Lifeline naik 65% di bulan kedua setelah pasangan selebriti itu meninggal. The Crisis Text Line juga melihat lalu lintas pemanggil meningkat 115%.

3. Rebecca Schaeffer.

Rebecca Schaeffer. (GRUNGE)

Mengintai adalah hal yang mengerikan. Banyak yang mengatakan bahwa hal itu membuat selebriti merasa seperti menjadi "tahanan." Tetapi semua itu berubah sejak kematian Rebecca Schaeffer.

Schaeffer adalah seorang aktris yang sedang naik daun pada tahun 1980-an. Saat itu ia sedang mempersiapkan dirinya untuk audisi 'The Godfather III', tepatnya pada 19 Juli 1989, dia membuka pintu depannya dan Robert Bardo berdiri di sana.

Bardo adalah seorang penggemar yang sangat terobsesi dengan dirinya. Mulai dari mengirim surat-surat, muncul di studio tempat dia bekerja, sampai menyewa detektif. 

Setelah percakapan singkat, Schaeffer mengatakan kepada penguntitnya untuk tidak pernah kembali. Tapi dia kembali pada hari itu. Ketika Schaeffer membuka pintu lagi, dia menembak dan membunuhnya. 

Sejak saat itu pemerintah California langsung menerbitkan beberapa regulasi. Seperti Undang-undang yang menyatakan bahwa menguntit adalah kejahatan, pembatasan akses publik ke alamat seseorang dari catatan mengemudi di California, membuat unit polisi Los Angeles yang secara khusus bekerja untuk jaksa, pengacara selebriti, dan menjaga penggemar yang terobsesi dengan idolanya.

Setelah peraturan diresmikan, efek positifnya dirasakan di California, sampai negara-negara bagian lain di Amerika Serikat juga mengadopsi hukuman pidana untuk para penguntit. Sekarang, selebriti dan orang biasa pun bisa bernapas sedikit lebih lega.

4. Natasha Richardson.

Natasha Richardson. (GRUNGE)

Pada 2014, sekitar 21 orang per hari sekarat karena menunggu donor organ tubuh, menurut The Atlantic. Kenyataan di lapangan juga menunjukkan hanya 45 persen orang Amerika yang terdaftar menjadi pendonor organ setelah mereka meninggal. Jeffrey Veale, seorang ahli bedah di UCLA Medical Center mengatakan kepada Vice bahwa hanya "1% dari semua pendonor yang potensial memiliki organ yang benar-benar cocok untuk transplantasi."

Jika daftar orang biasa yang rela mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal hanya sedikit, lebih sedikit lagi di kalangan selebriti. Tetapi berbeda dengan Natasha Richardson. Sebelum kematiannya, sang suami, Liam Neeson mendaftarkan organ tubuh  istrinya agar bisa didonasikan setelah meninggal. 

Ternyata kepergian Natasha menjadi titik perubahan karena sejak itu jadi banyak orang yang rela mendonasikan organ tubuhnya setelah meninggal kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. 

5. Prince.

Prince. (GRUNGE)

Menurut CDC, pada 2017 terjadi peningkatan kematian karena obat fentanyl, di mana membunuh sekitar 30.000 orang karena overdosis obat tersebut. Ternyata obat ini juga banyak diresepkan dokter agar para selebriti selalu tampil prima. Sampai akhirnya penyanyi legendaris Prince mengembuskan napas terakhirnya pada 2016 karena overdosis fentanyl.

Dua orang yang tergerak oleh kematian Prince adalah penyanyi pemenang Grammy Chaka Khan dan saudara perempuannya. Mereka berdua juga kecanduan fentanyl dan kematian Prince membuat mereka sadar bahwa mereka membutuhkan bantuan. Khan mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka memasuki program rehabilitasi intensif setelah kematian tragis Prince. Hal itu juga membuat mereka menyadari bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyelamatkan nyawa.

GRUNGE | THE LIST

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments