hero
(Sinchew)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 Oktober 2018, 06:05 WIB

MALAYSIA

Bagi seorang fotografer, mata merupakan salah kunci utama untuk bisa mengambil gambar yang indah. Sebab seorang fotografer harus memiliki mata yang jeli agar bisa membidik objek yang akan difoto. Tapi apa jadinya kalau seorang fotografer tersebut buta?

Kondisi inilah yang dialami oleh seorang nenek bernama Jamaliah Mohd Yasin asal Malaysia. Dikutip dari laman World Of Buzz pada Jumat 11 Oktober 2018, Jamaliah didiagnosa menderita glaukoma dan menyebabkan indra pengelihatannya memburuk sejak 30 tahun yang lalu. Tapi baru tahun ini ia benar-benar menjadi buta.

(Sinchew)

Karena sudah berusia lanjut dan memiliki banyak waktu luang, keponakannya menyarankan untuk mengikuti kursus di Pusat Pelatihan Penderita Buta atau yang disebut Malaysian Association for Blind (MAB) di Ipoh. 

Dari tempat pelatihan tersebut, nenek berusia 61 tahun ini mulai mempelajari cara-cara untuk melakukan pekerjaan rumah lagi. Lalu pada bulan Agustus 2018 lalu, MAB melakukan kerjasama dengan perusahaan Huawei Malaysia untuk meluncurkan sebuah program kelas bernama Sensory Photography. 

(Sinchew)

Kelas ini akan mengajarkan kepada tunanetra untuk mengambil gambar dengan menggunakan smarthphone. Mendengar kabar tersebut, Jamaliah pun langsung tertarik karena ia berasal dari keluarga fotografer.

Di kelas ini, para peserta diajarkan cara mengambil foto dengan menggunakan suara dan kamera berteknologi canggih. Bahkan untuk meningkatkan skill para pesertanya, kelas ini dilatih langsung oleh fotografer terkenal Malaysia, David Lok.

"Seseorang akan membawa kita ke sebuah tempat dan menjelaskan apa yang ada di depan kita. Saya kemudian akan mengambil gambar sesuai dengan intuisi. Karena saya tidak bisa melihat, saya akan mengambil gambar dari berbagai sudut. Kurang lebih saya mengambil hampir 2000 gambar sekaligus,"papar Jamaliah.

(Sinchew)

Setelah selesai berlatih, smartphone tersebut dikembalikan kepada para staf. Dan dari situlah, para staf menemukan bakat fotografi Jamaliah saat melihat gambar mesjid dengan hiasan sunset.

Staf kemudian secara diam-diam mengirimkan foto milik Jamaliah untuk acara Huawei Next Image Photography Awards 2018. Hasil jepretannya pun bersaing dengan foto-foto dari seluruh dunia. Meski tidak keluar sebagai juara, foto milik Jamaliah ini sukses melaju hingga babak final.

(Sinchew)

Dengan keahlian baru yang dimilikinya saat ini, Jamaliah mengaku lebih bahagia. Dia mengaku kini bisa mengambil gambar dengan sesuka hati pada setiap momen hidupnya.

WORLD OF BUZZ

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments