hero
(ANTARA FOTO)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

11 Oktober 2018, 18:21 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pemprov DKI Jakarta kembali akan melegalkan moda transportasi becak di ibu kota Jakarta. Peraturan Daerah (Perda) nomer 8 tahun 2007 mengenai Ketertiban Umum saat ini diketahui sedang direvisi untuk melegalkan keberadaan becak, setelah sebelumnya becak termasuk salah satu angkutan yang dilarang beroperasi di Jakarta. Sontak rencana ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan saat ditemui awak NET di kantornya di Jakarta Timur, Kamis (11/10). (NET/Rendianto)

Keberadaan becak yang mencapai 2800 penarik ini tanpa adanya regulasi dan pemetaan kebutuhan tepat akan berdampak negatif yang berujung menambah keberadaan kendaraan di ibu kota Jakarta. "(Keberadaan) becak harus dikaji ulang (sudah) sesuai atau tidak kebutuhannya. Lalu kebutuhan seperti apa, regulasi seperti apa, (hal) itu yang harus dikaji terlebih dahulu," ujar Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan saat ditemui di kantornya di kawasan Jakarta Timur, Kamis, 11 Oktober 2018.

Azas menambahkan di era perkembangan moda transportasi seperti sekarang ini, pemetaan kebutuhan moda transportasi itu sendiri lebih penting agar dapat diketahui seberapa jauh angkutan becak tersebut dibutuhkan. Seperti legalisasi becak sebagai salah satu moda transportasi di daerah wisata sebagai contohnya.

Gubernur DKI Jakarta Anioes Baswedan saat berikan keterangan pers mengenai angkutan becak di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/10). (NET/Anjana Demira | Yery Wahyudi)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tenang sebab pengaturan tentang keberadaan becak ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan. "Jangan membayangkan becak kembali ke jalan Thamrin, itu orang hidupnya (di) tahun 70-an, 80-an. Hari ini tidak ada yang pakai becak di jalan utama, dan kitapun tidak berencana membuka ke jalan-jalan utama," ungkap Anies Baswedan kepada awak NET. di Balai Kota Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar ini menambahkan bahwa becak masih dibutuhkan di Jakarta, khususnya untuk orang tua, ibu dan anak-anak. Oleh karena itu Pemprov DKI akan mendorong pasar-pasar untuk menyediakan fasilitas shelter bagi pengemudi becak, dengan harapan agar kemacetan lalu lintas akibat becak yang mangkal dapat diminimalisir.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments