hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

10 Oktober 2018, 14:29 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo angkat bicara perihal dugaan aliran dana kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar dan pengusaha impor daging Basuki Hariman. Presiden Jokowi pun menegaskan pengungkapan dugaan aliran dana tersebut sepenuhnya menjadi ranah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tak bisa diintervensi. “Itu wilayah KPK, wilayah hukum. Saya enggak mau ikut campur dan intervensi hal-hal yang berkaitan dengan hukum,” ujar Jokowi.  

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kedua kanan bawah) dan para peserta dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional LDII di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin di Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10). (ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia)

Hal ini disampaikan Presiden, usai membuka rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Rabu siang. Meskipun masih dugaan, presiden berulang kali menegaskan bahwa dirinya enggan berurusan dengan masalah penegakan hukum. “Dugaan doang kan? Baru dugaan. Saya enggak intervensi, saya enggak mau ikut campur, itu wilayah hukum,” papar Jokowi.

Saat disinggung perihal pemanggilan Kapolri ke Istana Bogor kemarin, presiden pun menyebut pertemuan tersebut biasa dilakukan bahkan tak hanya sekali. Namun, presiden tak merinci apakah pemanggilannya terkait dugaan aliran dana kepada Tito. “Ya biasalah bertemu tiap saat,” lanjut mantan Wali Kota Solo ini.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Terkait desakan mundur kepada Tito pun ditanggapi santai oleh presiden sebagai hal yang biasa. Platform digital Indonesialeaks menyebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menerima aliran dana suap dari Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Dalam laporan itu, petinggi Polri disebut menerima kucuran dana dari Basuki Hariman, terpidana kasus suap kepada Hakim Konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017.

TIFFANY ALHAMID | IREZ ANGGRAINI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments