hero
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

9 Oktober 2018, 18:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis perkembangan terbaru penanganan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa siang, 9 Oktober 2018. Hingga saat ini, korban meninggal akibat gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala telah mencapai 2010 orang. Korban luka mencapai 10.679 dimana 2.549 orang diantaranya mengalami luka berat dan sisanya sebanyak 8130 orang mengalami luka ringan. Selain itu laporan sementara mengenai korban yang hilang telah mencapai 671 orang. 

Tim penyelamat dari Manggala Agni mencari korban gempa dan tsunami di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10). Petobo merupakan kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) yang terjadi pada 28 September 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jumlah rumah yang rusak akibat bencana gempa, tsunami dan likuifaksi ini mencapai 6.731 rumah rusak sehingga jumlah pengungsi hingga kini telah mencapai 82.775 orang yang tersebar di berbagai titik-titik pengungsian.

BNPB sendiri menegaskan bahwa masa tanggap darurat evakusi akan dihentikan pada 11 Oktober 2018 mendatang. Dan pasca tanggap darurat tersebut berakhir, lokasi likuifaksi di Petobo, Jono Oge dan Bala Roa tidak akan dijadikan pemukiman kembali melainkan akan dibangun monumen sejarah disitu.

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho saat berikan keterangan pers-nya di Kantor Pusat BNPB di Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Selasa (9/10). (NET/Noval Yulhendri)

"Kondisi jenazah rusak, tidak dikenali dan potensi adanya penyakit," ujar Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat berikan keterangan pers pada wartawan di Kantor Pusat BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Selasa, 9 Oktober 2018.

Lebih lanjut Sutopo menambahkan bahwa lokasi bencana likuifaksi di Petobo, Jono Oge dan Bala Roa akan membangun ruang terbuka hijau beserta monumen dan tugu. Lokasi ini akan menjadi tempat bersejarah, juga sebagai penanda bahwa pernah terjadi peristiwa berbahaya yang merenggut ribuan nyawa manusia, yang kedepannya dapat memberikan edukasi terhadap bencana alam yang terjadi di tempat itu.

Anggota tim penyelamat dari Manggala Agni mencari korban gempa dan tsunami di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10). Petobo merupakan kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) yang terjadi pada 28 September 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Meski tanggap darurat evakuasi bencana tahap pertama akan selesai pada 11 Oktober 2018, namun diperkirakan mas tanggap darurat pemulihan bencana ini akan diperpanjang lagi.

NOVAL YULHENDRI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments