hero
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

8 Oktober 2018, 15:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Penyidik Polda Metro Jaya mulai mengagendakan pemeriksaan saksi pelapor kasus penyebaran berita bohong atau hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Salah satu yang dipanggil adalah Ketua Cyber Indonesia, Muannas Al Aidid. Muannas hadir sekitar pukul satu siang di Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan.

Membawa sejumlah barang bukti berupa capture berita media, media sosial tentang kebohongan publik ratna sarumpaet, Muannas juga membawa rekaman video jumpa pers yang disampaikan pasangan Capres-Cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Amien Rais, dan beberapa petinggi Partai Gerindra.

"Jadi ini salah satu rangkaian pidana yang sebetulnya satu paket satu kesatuan, antara yang menceritakan, dengan yang kemudian yang menyebarkan baik itu di media online maupun di media sosial. Atau kemudian melalui presscon termasuk kegiatan pengumpulan masaa dan misalnya ada buat pamflet, orasi segala macam. Itu bagian dari rangkaian kegaduhan," papar Muannas.

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). Ratna Sarumpaet Tersangka penyebaran berita bohong atau hoax tentang penganiayaan dirinya resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya hingga 20 hari ke depan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Sebelumnya, Rabu 3 Oktober lalu, Muannas melaporkan Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahean, Dahnil Anzar, Habiburokhman ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Mereka dilaporkan dengan pelanggaran pasal-pasal dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-undang nomor 1 tahun 1956 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Muannas menegaskan bahwa Prabowo, Sandiaga, Amien Rais, dan lainnya sebagai pelaku yang turut menyampaikan informasi tanpa fakta sehingga harus ikut diproses secara hukum. “Keonaran itu tidak berdiri sendiri. Keonaran yang mungkin terjadi tidak hanya kemudian dilakukan oleh RS yang menceritakan termasuk yang menyebarkan," ujar Muannas.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) bersama Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak (kanan) bersiap memberikan keterangan pers mengenai penganiayaan anggota BPN Ratna Sarumpaet, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10). Dalam konfrensi pers tersebut Prabowo Subianto akan berkoordinasi dengan Kapolri untuk mengusut kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet yang terjadi pada 21 September di Bandung. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Terkait dengan banyaknya pihak yang melaporkan Ratna Sarumpaet termasuk dari Partai Gerindra, Ratna Sarumpaet mengatakan siap untuk menghadapi proses hukum dan belum berencana melaporkan balik Partai Gerindra.

“Ya sekarang gini tiap orang yang merasa dirugikan sah-sah saja melaporkan tapi apakah nanti unsurnya dipenuhi ya liat nanti. Ya intinya sekarang beliau lagi fokus sama urusan hukum kalau toh dilaporkan ya dia siap menghadapi,” kata pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin. 

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka kasus dugaan kebohongan insiden pengeroyokan dirinya di sekitar Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 21 September 2018. 

TIFFANY ALHAMID | NUGRAHANTO MARGO 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments