hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

2 Oktober 2018, 16:37 WIB

KOTA BANDUNG, INDONESIA

Hasil pengembangan dari kasus pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla hingga meninggal dunia oleh oknum pendukung Persib Bandung yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, kembali menangkap 6 orang oknum bobotoh. Keenam oknum bobotoh tersebut terbukti melakukan pengeroyokan terhadap almarhum Haringgal Sirla saat laga lanjutan Liga Indonesia yang mempertemukan tuan rumah Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta, Minggu, 23 September 2018 lalu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Iramn Sugema saat memberi keterangan pers di Mapolrestabes Bandung, Selasa (2/10). (NET/Anggi Putra)

"Tim Polrestabes dipimpin Kasat Reskrim bekerja keras terus untuk mengungkap (para) pelaku pengeroyokan," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema di Mapolrestabes Bandung Selasa, 2 Oktober 2018.

Enam orang oknum yang mana 4 diantaranya merupakan anak dibawah umur ini berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polres Bandung di 3 lokasi berbeda yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Dari tangan mereka, Polisi mengamankan dua buah telepon genggam dan syal Persib Bandung yang digunakan salah seorang oknum bobotoh sebagai barang bukti.

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka pengeroyok Haringga Sirla. (NET/Anggi Putra)

Dari keenam terduga pelaku ini, rata-rata melakukan pemukulan dan penendangan pada korban selain menginjak dan menyeret. Dengan ditangkapnya enam orang oknum bobotoh ini, makan jumlah tersangka dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirla menjadi 14 orang. Hingga kini, ke-enam pelaku masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Bandung untuk memburu pelaku pengeroyokan lainnya.

ANGGI PUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments