hero
(BRAINMD)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

25 September 2018, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Pernah enggak sih kamu merasa kecapekan terus, padahal sudah berusaha tidur dan istirahat cukup? Yang ada kamu harus bergantung sama kopi, minuman segar, atau makanan manis supaya bisa on seharian.

Well, untungnya kamu enggak sendirian. Karena menurut penelitian pasar membuktikan, bahwa semakin banyak orang kelelahan akibat laju kehidupan zaman sekarang, yang serba cepat dan padat. Akibatnya seperti dilansir dari Brightside, penjualan suplemen seperti ginseng, minuman energi, dan power bar meningkat lebih dari 5% di Amerika, tahun lalu. Sebagai bukti upaya orang-orang melawan rasa lelah mereka.

Nah, kalau kamu salah satu orang yang selalu merasa capek alias Tired All the Time (TATT), coba deh selidiki. Karena beberapa penyebabnya bisa jadi di antara berikut ini.

1Kurang olahraga

Kurang olahraga. (MIRROR)

Dalam studi University of Georgia, orang dewasa berolahraga ringan tiga hari seminggu selama minimal 20 menit dilaporkan enggak mudah lelah. Dan lebih berenergi setelah enam minggu. Ini karena olahraga teratur membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih efisien. Juga membantu mengantarkan oksigen dan nutrisi penting ke seluruh tubuh.

2 Tidur kurang berkualitas

 Tidur kurang berkualitas. (MIRROR)

Penelitian terbaru menunjukkan banyak orang bertahan pada apa yang disebut junk sleep. Yaitu keadaan di mana kamu sering bangun sepanjang malam.

Tidur seperti itu enggak mengisi energi selayaknya kalau kamu tidur pulas. Junk sleep ini bisa disebabkan oleh stres. Tetapi juga bisa karena kamu terlalu merangsang otak jelang waktu tidur.

Misalnya, dengan memeriksa email atau menggunakan tablet dan ponsel cerdas. Yang memancarkan cahaya biru. Sehingga mengelabui otak agar memproduksi hormon 'bangun' ketika kamu perlu beristirahat.

3 Adiksi minum kopi

 Adiksi minum kopi. (MIRROR)

Banyak orang berpikir kopi adalah minuman yang memiliki efek ‘terjaga’. Tapi ternyata minuman ini bisa membuat kamu merasa lebih lelah saat efeknya sudah hilang.

 “Ini karena kimia otak kita enggak suka dicampuri oleh stimulan. Sehingga otak melepaskan bahan kimia untuk meredam respon waspada," ungkap Dr. Chidi Ngwaba, Direktur The Lifestyle Medicine Clinic.

Kopi juga menyebabkan gangguan tidur yang serius. Satu studi di Journal of Clinical Sleep Medicine mengungkapkan bahwa, meminum kopi bahkan enam jam sebelum tidur dapat berujung kualitas tidur yang lebih rendah.

4Kurang zat besi

Kurang zat besi. (MIRROR)

Sekitar sepertiga wanita rendah zat besi seringnya karena tengah mengalami periode menstruasi yang berat. Beberapa yang memiliki kadar besi yang cukup rendah berpotensi menjadi anemia.

Cobalah tarik kelopak mata bawah dan periksa apakah bagian dalamnya terlihat pucat, bukan merah muda. Kalau ya, itu adalah salah satu indikator kurangnya zat besi dalam tubuh. 

5Kurang vitamin B

Kurang vitamin B. (MIRROR)

Ahli nutrisi Rob Hobson menjelaskan bahwa orang-orang memiliki kehidupan yang semakin sibuk. Jadi tubuh harus cukup mengasup kalori dan vitamin untuk melewati hari.

Vitamin B sangat penting, karena dibutuhkan oleh tubuh. Untuk mengubah makanan yang kamu makan menjadi energi. 

6Dehidrasi

Dehidrasi. (MIRROR)

Kehilangan 2% saja konten air normal dalam tubuhmu dapat berdampak besar pada tingkat energi. Dan kamu sangat mudah untuk mengalami dehidrasi. Terutama seiring dengan cenderung hilangnya refleks rasa haus saat bertambah tua.

Bekerja di kantor ber-AC, pergi berjalan jauh atau hanya lupa minum secara teratur dapat dengan cepat mengalami dehidrasi. Hal ini menyebabkan tekanan darah menurun dan enggak akan cukup darah masuk ke otak atau otot. Inilah yang akan menyebabkan sakit kepala, kelelahan dan kehilangan konsentrasi.

7Kebanyakan gula

Kebanyakan gula. (MIRROR)

Ahli gizi Linda Foster mengungkapkan bahwa banyak orang enggak sadar makanan yang seharusnya memberi energi justru sering membuat mereka lebih lelah.

Minuman energi dan makanan ringan yang manis seperti biskuit, cokelat, dan keripik menyebabkan lonjakan tajam dalam gula darah. Lalu, tingkat itu akan kembali merosot sehingga kamu lesu, mudah marah dan bawaannya hanya ingin tidur siang.

 “Sebagai gantinya pilih karbohidrat wholegrain seperti roti lumbung, pasta gandum, dan beras merah yang melepaskan energi lebih lambat. Serta makanlah sedikit dan sering untuk menjaga gula darah kamu stabil,” ungkap Linda.

MIRROR| THE STANDARD

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments