hero
(STEEMIT)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

21 September 2018, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Mitos seputar kesehatan memang menjamur di mana-mana. Salah satunya soal biji apel yang dikabarkan mengandung racun berbahaya. Kamu mungkin bingung, mengingat dokter-dokter justru menyarankan agar kita mengonsumsi apel setiap harinya. Namun, meskipun bergizi, biji buah apel memang mengandung amygdalin. Zat yang bila dicerna dalam tubuh bakal terurai menjadi hidrogen sianida yang merupakan zat beracun. 

Seseorang dianjurkan mengonsumsi apel setiap hari. (STEP TO HEALTH)

Tapi, untuk berubah menjadi zat beracun, dibutuhkan kontak antara biji yang hancur dikunyah dengan enzim pencernaan. Lalu, apakah aman mengonsumsi apel kalau begini ceritanya?

Jangan gampang panik, lebih baik periksa dulu faktanya. India Express melansir, jumlah sianida yang dibutuhkan untuk menimbulkan dampak serius pada tubuh itu bergantung pada berat badan seseorang.

Satu biji apel mengandung sekitar 1 mg sianida. (THOUGHTCO)

Dr Sanjith Saseedharan, Kepala Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit SL Raheja, mengatakan biji apel mengandung sekitar 1 mg sianida. Dan untuk setiap kematian, konsentrasi berada di sekitar 100-200 mg. Sementara, biji apel akan benar-benar menimbulkan racun, ketika seseorang mengonsumsi sekitar 40-50 biji apel dalam satu jam.

 Biji apel akan benar-benar menimbulkan racun, ketika seseorang mengonsumsi sekitar 40-50 biji apel dalam satu jam. (WIKIMEDIA COMMONS)

Enggak hanya pada apel, zat amygdalin juga terdapat pada biji buah aprikot, ceri, dan plum. Dulu tahun 1950-an, sempat ada yang memurnikan zat pada biji-biji ini dan diberi nama Leatrile.

Leatrile kemudian dipatenkan dan menjadi alternatif yang populer untuk pengobatan kanker. Namun, saat ini Leatrile dilarang pengunaannya oleh FDA. Terlepas dari belum terbuktinya efek samping terhadap penyakit kanker seperti yang diduga.

Nah, mungkin kamu juga bertanya-tanya, apa sebenarnya sianida sehingga bersifat begitu beracun bahkan mematikan? Memang, sianida dikenal sebagai salah satu raja racun karena sangat mematikan.

Sianida dikenal sebagai salah satu raja racun karena sangat mematikan. (YOUTUBE)

Zaman perang dunia, sianida bahkan pernah menjadi senjata pembunuhan massal untuk lawan politik. Saat sianida tertelan, zat tersebut akan mengganggu fungsi sel dan menghambat oksigen dari aliran darah.

Meski begitu, Dr Shilpa Mehta, Asisten Profesor, Ramjas College Universitas Delhi., mengatakan tubuh memiliki cara berbeda dalam menangani sianida yang masuk dalam dosis kecil maupun berat. Dalam jumlah kecil, sianida dapat dinetralisir oleh tubuh melalui mekanisme biokimia intrinsiknya. Enzim tertentu juga dapat mengubah sianida menjadi tiosanat yang nantinya dapat dieksresikan dalam urin.

Nah, kalau sianida yang masuk dalam dosis besar, tubuh pun enggak akan sanggup mengubah keseluruhannya menjadi tiosanat. Sehingga sebaliknya, sel tercekik dan dapat mengalami kematian.

 

INDIAN EXPRESS| THE GUARDIAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments