hero
Jogging. (PIXABAY)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

21 September 2018, 16:05 WIB

INDONESIA

Oksigen dan proses pernapasan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, tak terkecuali saat berolahraga. Meski hal ini cenderung diabaikan banyak orang, ternyata proses pernapasan saat berolahraga itu berpengaruh besar pada energi yang dikeluarkan. 

Secara alami, manusia bernapas melalui hidung. Di sini oksigen disaring oleh rambut hidung yang berfungsi sebagai filter yang membantu menjebak partikel debu yang masuk ke dalam tubuh. 

Namun saat berolahraga, oksigen harus dihirup dengan cukup. Maka dari itu pernapasan melalui mulut dapat menjadi alternatif karena tubuh memerlukan jumlah oksigen yang lebih tinggi. Semakin lama durasi olahraga, semakin banyak juga asupan oksigen yang diperlukan. 

Olahraga. (SCIENCE ABC)

Di luar mana yang baik antara bernapas melalui hidung atau mulut saat berolah raga, frekuensi dan kedalaman setiap napas adalah hal yang lebih penting. Saat berolahraga berat, kebanyakan orang cenderung mengambil napas lebih cepat dan dangkal untuk memaksimalkan asupan oksigen mereka. Padahal ini adalah salah satu kesalahan. Pernapasan dada atau pernapasan yang lebih dangkal adalah cara bernapas yang kurang efisien karena manusia akhirnya tidak menggunakan secara penuh kapasitas paru-parunya. Akhirnya dapat menimbulkan efek seperti lemah, pusing, dan lain-lain.

Melansir dari Science ABC, saat beraktivitas seperti berlari, seseorang harus menghirup dan mengembuskan napas dalam rasio 3:2. Maksudnya adalah dalam tiga langkah pertama harus menghirup napas dalam-dalam dan dua langkah berikutnya untuk menghembuskan nafas. Tujuannya untuk memastikan asupan dan penyerapan oksigen secara maksimal. Meski awalnya mungkin cukup sulit untuk terbiasa dengan pola ini, pada akhirnya dapat memberi efek yang besar pada kinerja tubuh secara keseluruhan. 

Yoga. (SCIENCE ABC)

Intinya, bernapas melalui hidung atau melalui mulut adalah pilihan yang sama-sama dapat diterima jika mengikuti kebutuhan tubuh. Tapi yang perlu digaris bawahi adalah saat melakukan olahraga apa pun, napas harus dalam, bukan cepat dan dangkal. Hal ini membantu pembakaran lemak lebih banyak dan membuat tubuh lebih bugar.

SCIENCE ABC | POPSUGAR

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments