hero
(FACEBOOK/Eugene Wee)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

21 September 2018, 17:05 WIB

SINGAPURA

Melahirkan bayi yang sehat menjadi satu hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang tua. Tapi terkadang, kondisi kesehatan seorang ibu yang terganggu bisa berdampak pada bayi yang berada di kandungan dan akhirnya menyebabkan keguguran.

Inilah yang terjadi pada pasangan asal Singapura bernama Eugene Wee dan Puu Kanokrat. Dikutip dari laman World Of Buzz pada 18 September 2018, pasangan ini harus kehilangan bayinya yang masih berusia lima bulan dalam kandungan pada akhir Agustus 2018 lalu.

Bayi yang dikandung Puu ini tidak bisa bertahan karena dokter mendiagnosa bayi tersebut menderita trisomy 18 atau yang juga dikenal dengan sindrom Edwards. Sindrom ini membuat bayi tersebut mengalami disabilitas mental parah, cacat fisik, dan dalam beberapa kasus, janin tidak bisa selamat setelah dilahirkan.

"Menyedihkan bagi istri saya, mendengar mereka membicarakan tentang otak bayi kami, jantungnya yang membesar, lengannya yang hilang, wajahnya, dan kurangnya organ," tulis Eugene dalam akun Facebook miliknya.

Karena merupakan sindrom yang langka, kasus yang dialami istri Eugene ini pun akhirnya menghebohkan dunia medis dan para ilmuan. Mereka pun menginginkan adanya penelitian lebih dalam agar bisa mempelajari kondisi langka tersebut.

Akhirnya para dokter di Universitas Chiang Mai, Thailand ingin mengambil penuh janin itu untuk penelitian. Permintaan akan janin ini pun membuat Puu harus melahirkan secara normal agar kondisi janin tetap utuh.

Dengan pertimbangan matang, Eugene dan istrinya pun bersedia untuk mendonasikan tubuh bayi mereka untuk penelitian. Puu pun akhirnya menjalani proses persalinan selama 33 jam lamanya.

"Selama proses persalinan, ia merasakan sakit yang luar biasa. Aku mengatakan kepadanya ia bisa menyerah, tapi ia tetap bersikukuh melakukannya. Ia memilih harus melalui rasa sakit hanya untuk memastikan janin bisa tetap utuh. Setelah 33 jam, anak kami dikirim ke fasilitas medis untuk diawetkan," papar Eugene.

Meski menyakitkan, Eugene dan istrinya berharap keputusannya itu berguna bagi mahasiswa dan dokter peneliti agar bisa mencegah ibu dan bayi lain mengalami kondisi serupa.

Eungene pun membagikan kisah keluarga kecilnya ini di akun Facebook pribadinya pada Minggu, 16 September 2018 kemarin. Ia menuliskan kisah ini sebagai penghargaan pada istrinya yang telah berjuang demi bayi mereka. Enggak cuma itu, tulisan Eugene ini menjadi persembahan untuk memperingati ulang tahun Puu.

Unggahan Eugene ini menjadi viral dan mendapat banyak komentar dari pengguna media sosial. Hingga saat ini, postingan itu telah dibagikan lebih dari 8.000 kali dengan ribuan komentar yang berisi semangat dan doa untuk keduanya.

"Kepercayaanmu, keyakinanmu, nilai-nilaimu, pengorbananmu, telah menginspirasiku untuk memulai lagi perjalanan kita dengan cara berbeda. Selamat ulang tahun!" tutup Eugene.

WORLD OF BUZZ | STRAITS TIMES

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments