hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

20 September 2018, 18:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pasca menandatangani Pakta Integritas atas kesepakatan Ijtima Ulama kedua yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) pada hari Minggu, 16 September 2018 lalu, bakal calon presiden Prabowo Subianto mulai menjalankan 17 poin dalam Pakta Integritas. Salah satunya adalah memasukkan sejumlah nama ulama dalam tim sukses Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam pembukaan program MRUF Envoy X di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (20/9). (NET/Octa Barry)

Masuknya pertinggi GNPF dan Alumni 212 dalam bagian timses  Koalisi Indonesia Adil dan Makmur ini menurut bakal calon wapres, Sandiaga Uno bukanlah bagian dari Pakta Integritas Ijtima Ulama kedua.

Bakal Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno saat berikan keterangan pers di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (20/9). (NET/Octa Barry)

"Kontrak Politik? Bisa dibaca, (dalam pakta integritas) tidak ada yang mengharuskan kita memasukkan GNPF Ulama ke tim pemenangan. Tapi poin-poin khusus terhadap NKRI, UUD 29145, Pancasila, keberagaman kita, pemberantasan korupsi, itu adalah poin-poin pakta integritas kita," ujar mantan Wakil B+Gubernur DKI Jakarta ini di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 20 September 2018.

Memang ada beberapa nama ulama yang masuk dalam timses Probowo-Sandiaga, diantaranya Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak, KH Abdul Rosyid, dan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththaath.

OCTA BARRY

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments