hero
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

19 September 2018, 19:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Seiring dengan semakin intensifnya safari politik bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH. Ma’ruf Amin, kini keluarga sang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun mulai ikut menampakkan diri ke publik. Seperti ketika puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Muda Amin Indonesia (KMA Indonesia) mendeklarasikan dukungan politik kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Posko Pemenangan Cemara, Jakarta, Rabu siang. 

Putri Ma'ruf Amin Siti Haniatunnisa (kanan) menyaksikan deklarasi KMA Indonesia di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (19/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak) 

Selain dihadiri beberapa petinggi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, deklarasi ini dihadiri pula oleh putri Ma’ruf Amin, Siti Haniatunissa. Siti juga memberikan dukungan terhadap kiprah politik sang ayah. Siti pun optimis ayahnya dapat merebut suara milenial di Pilpres 2019.

“Beliau inginkan adalah menciptakan landasan untuk para generasi bangsa. Saya kira itu harapan beliau ini yang tentunya ini merupakan tabungan untuk para generasi bangsa. Beliau perhatian dan menginginkan yang terbaik pada generasi milenial," tukas Siti.

Presiden Komunitas Muda Amin (KMA) Indonesia Debora Debby Wage (kedua kiri) bersama politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kiri), Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono (kanan), putri Ma'ruf Amin Siti Haniatunnisa (kedua kanan) menyaksikan deklarasi oleh delegasi KMA Indonesia di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (19/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak) 

Upaya merebut suara generasi milenial rupanya menjadi isu penting bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Senada dengan Siti, anggota Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Diaz Hendropriyono mengatakan pentingnya merebut suara milenial, mengingat mereka mendominasi profil demografi penduduk Indonesia. 

BACA JUGA:
KH Ma’ruf Amin Optimis Banyak Didukung Kaum Milenial dan Emak-emak
Cara Para Kandidat Merebut Hati Generasi Milenial

Oleh sebab itu, menurut Diaz, timnya harus menyusun strategi merebut pemilih dari kalangan muda ini. “Ini adalah pasar yg sangat besar umur 17-35-38 sudah 52 persen. Tempat dimana kita harus fokus. Sekarang kita harus tau perubahan apa yang terjadi dan dampaknya pada kehidupan kita. Ini jadi strategi,” ujar Diaz.

Puluhan pemuda yang hadir pada acara tersebut merupakan perwakilan dari 34 provinsi. Komunitas ini bertekad untuk ikut aktif mendeteksi dan menangkal kabar bohong selama kampanye Pilpres mendatang.

RADIKA KURNIAWAN 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments