hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

18 September 2018, 16:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Selama lebih kurang 4 jam, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK Jakarta, Selasa siang 18 September 2018. 

Mantan Menteri Kehutanan era Susilo Bambang Yudhoyono ini diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Selatan, yang melibatkan adiknya, Zainudin Hasan yang merupakan Bupati Lampung Selatan Non Aktif.

Ketua MPR Zulkifli Hasan dicecar pertanyaan oleh wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/9). Wakil Ketua Majelis Pembina Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) itu diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan Tahun Anggaran 2018 dengan tersangka Gilang Ramadhan. (ANTARA FOTO)

"Jadi saudara saudara, saya diminta keterangan sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Tarbiyah Perti, Ormas Islam, yang tua, yang usianya hampir 90 tahun, yang berjasa terhadap Indonesia merdeka," ujar Zulkifli Hasan di halaman Gedung KPK Jakarta, Selasa siang.

Dalam keterangannya, pria kelahiran Lampung ini menambahkan bahwa tugasnya sebagai Dewan Pembina Tarbiyah itu tidak mengurusi masalah teknis bahkan ia tidak pernah turut serta dalam keputusan rapat eksekutif harian. 

"Nah tadi penyidik bertanya, terkait dengan Rakernas Tarbiyah di Lampung, apakah dewan pembina menjadi panitia? ya tentu tidak," kata Zulkifli Hasan sebelum masuk kedalam mobilnya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berpose dari dalam mobil setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Selsa siang (18/9). (NET/Rio Pramasta)

Terkait kasus suap ini, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 4 orang tersangka. Masing-masing adalah Gilang Ramadhan (GR) yang merupakan pihak swasta sebagai pemberi suap, dan 3 orang yang diduga menerima suap yakni Bupati Lampung Selatan Non Aktif Zainudin Hasan, Anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho, dan Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara.

PRIHARDANI PURBA | RIO PRAMASTA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments