hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

13 September 2018, 18:00 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Kasus rumah yang terblokade oleh tetangga yang mendadak viral di media sosial menjadi pelik karena tidak adanya kesepakatan antara para pemilik rumah dan pengurus rukun warga Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. 

Sudah 3 tahun lamanya Eko Purnomo, warga Ujungberung, Bandung ini tidak bisa menempati rumah peninggalan orang tuanya sejak diwariskan pada tahun 2016 lalu karena tidak memiliki akses masuk maupun keluar rumahnya. Khawatir dengan kondisi rumah yang akan rusak jika tidak ditempati, Eko pun berusaha menjual rumah tersebut melalui media sosial. 

Denah Rumah Keluarga Eko Purnomo. (NET/Iqwan Sabba)

Kegigihan Eko untuk mendapatkan akses jalan ke rumahnya ini, membuatnya mendatangi berbagai pihak dari RT hingga Camat Ujungberung bahkan dari Badan Pertanahan Nasional Bandung hingga Dinas Tata Ruang Kota Bandung, namun tidak membuahkan hasil nyata.

Menurut Ketua Rukun Warga Sukagalih Suhendi Darusalam, ia telah mengusahakan mediasi antara para pemilik rumah yang bersengketa namun belum membuahkan hasil. 

"Pada saat (mediasi) di kelurahan itu bu Lurah hadir dan pak Eko hadir tapi pada saat itu harus melibatkan mantan RW lama yang tidak hadir dan jadinya tidak ada titik temu," ujar Suhendi saat ditemui NET dikediamannya Selasa, 11 September 2018.

Ketua RW Sukagalih Suhendi Darusalam. (NET/Iqwan Sabba)

Rabu siang, 12 Sepetember 2018 Taufiq, Camat Ujungberung memanggil para pemilik rumah yang bersengketa untuk menghasilkan solusi akses jalan bagi rumah Eko Purnomo yang "terkepung" selama tiga tahun. Dalam mediasi tersebut, para pemilik tanah diberikan kesempatan menjelaskan kronologis rumah seluas 78 meter persegi terblokade tanpa ada akses jalan. 

Musyawarah alot ini tetap tidak menemui kesepakatan, namun aparat menyarankan agar Eko menjual rumahnya. Pada musyawarah tersebut, Camat Ujungberung Taufiq meminta para pemilik rumah di sekitaran rumah Eko berbesar hati memberikan akses sesuai ketentuan hukum perdata pasal 667 mengenai kewajiban tetangga untuk memberikan jalan tembus bagi lahan rumah yang ada di belakangnya.

Mediasi Aparat Kewilayahan Bersama Para Pemilik Rumah Yang Bersengketa. (NET/Iqwan Sabba)

Rahmat, tetangga depan rumah Eko Purnomo akhirnya angkat bicara mengenai kasus terblokadenya kediaman keluarga Eko sejak tiga tahun lalu. Menurutnya sebelum memutuskan untuk membangun rumah, ia telah menawarkan sebagian lahannya untuk dijadikan jalan menuju rumah Eko, namun Eko keberatan membelnya. Meski saat ini rumah yang Rahmat bangun telah berdiri kokoh dan telah dikomersilkan, ia masih menyediakan akses pintu ke rumah Eko melewati satu pintu belakang  rumah kontrakannya.

"Kami sih kemanusiaan saja apabila terjadi sesuatu di rumah Eko bagaimana? waktu itu hanya untuk mengambil barang-barang saja, namun kalau untuk membeli jalannya dia tidak bisa karena terlalu panjang dan luas," kata Rahmat kala ditemui usai mediasi.

Rahmat, Salah Satu Pemilik Rumah Yang Bersengketa. (NET/Iqwan Sabba)

Pasca viral di media sosial dan menimbulkan reaksi yang beragam dari netizen, rumah peninggalan keluarga Eko Purnomo yang terblokade ini masih akan diupayakan untuk dijual ke beberapa tetangga sesuai harga yang tepat.

"Belum mutusin berfikir dulu saya juga ada adik bertiga, apabila dijual dijual sesuai di fb, tapi tidak cocok harganya dan satu sama lain tidak berani mengeluarkan uang maka kita akan maju ke pengadilan itu saja." ujar Eko Purnomo.

Eko Purnomo, Pemilik Rumah Yang Terblokade. (NET/Iqwan Sabba)

Meski belum ada solusi dalam mediasi tersebut, aparat kewilayahan Ujungberung, Kota Bandung rencananya akan kembali memanggil para pemilik rumah yang bersengketa hingga tercapai kata mufakat.

IQWAN SABBA

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments