hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

29 Agustus 2018, 20:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Grab, mobile platform O2O (online-to-offline) terdepan di Asia Tenggara, Rabu 29 Agustus 2018 meluncurkan Grab Ventures di Indonesia. Tujuan utamanya untuk membantu startup-startup Indonesia pilihan untuk tumbuh lebih cepat dengan gelontoran investasi senilai US$ 250 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menuturkan,"Kini kami ingin membantu startup lainnya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, tidak hanya menjadi unicorn di Indonesia, namun juga menjadi salah satu pemimpin teknologi di Asia Tenggara."

Johnny Widodo - Direktur OVO, Achfas Achsien - Direktur Aset Management PayTren, Rudiantara - Menteri Komunikasi dan Informatika, Fadjar Hutomo - Deputi Akses Permodalan Badan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Agung Widodo - Co-founder & COO Kudo, Ridzki Kramadibrata - Managing Director Grab Indonesia, Gibran Rakabuming Raka - Advisor Madhang, Cak Hari - Perwakilan Merchant OVO berfoto bersama dalam acara Grab 4 Indonesia Master Plan 2020 Tahap 3. (Dok. Grab)

Program yang dilakukan Grab ini sejalan dengan agenda Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan para mitra, termasuk Amazon web Services (AWS), dan MDI Ventures, inisiatif modal ventura milik Telkom Indonesia.

"Dengan pesatnya pertumbuhan mobile internet dan kepemilikan ponsel cerdas, Indonesia mampu dan seharusnya dapat menjadi perekonomian terbesar di Asia Tenggara," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu siang, 29 Agustus 2018.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (NETZ/Albert Williancoen)

Rudiantara menambahkan bahwa era digital adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari, bahkan saat ini Kominfo sedang merintis platform ekonomi digital IDEA Hub untuk mempercepat pemerataan akses ekonomi bagi negara-negara anggota G-20.

Di Indonesia sendiri, Grab Ventures akan bekerja sama dengan startup-startup yang tengah berkembang lewat dua hal. Pertama adalah kemitraan strategis dan integrasi dengan beragam layanan Grab bagi perusahaan-perusahaan rintisan yang telah masuk tahap lanjut. Contohnya, Grab berinvestasi di Kudo dan berbagi kapabilitas serta keahlian teknologinya. Hasilnya, jaringan agen Kudo telah berkembang tiga kali lipat sejak saat investasi dilakukan. Yang kedua adalah Grab Ventures Velocity yang ditujukan bagi startup yang sedang berupaya tumbuh (scaling up). Beberapa dukungan yang diberikan program ini mulai dari akses terhadap pasar (market access), mentorship, keahlian teknologi, dan investasi strategis.

Rudiantara - Menteri Komunikasi dan Informatika, Ridzki Kramadibrata - Managing Director Grab Indonesia, dan Fadjar Hutomo - Deputi Akses Permodalan Badan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dalam acara Grab 4 Indonesia Master Plan 2020 Tahap 3. (Dok. Grab)

Dalam rilis pers-nya hari ini, Grab juga mengumumkan pencapaian selama ini. Saat ini Grab telah berkembang di 137 kota, meliputi Sabang hingga Merauke. Grab juga mengklaim telah memiliki 65 persen pangsa pasar. Layanan pengiriman makanan perusahaan GrabFood merambah ke lebih dari 20 kota baru dan akan ada di 30 kota pada tahun ini. Gross Merchandise Value (GMV) Grab di Indonesia pada paruh pertama tahun 2018 telah mencapai hampir empat kali lipat. Layanan pengiriman paketnya GMV GrabExpress di Indonesia juga hampir tiga kali lipat pada paruh pertama tahun 2018.

ALBERT WILLIANCOEN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments