hero

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

24 Agustus 2018, 18:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo tidak akan mengintervensi putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terkait vonis penjara 1,5 tahun yang diterima Meilana karena memprotes volume suara adzan. Dalam hal ini, Presiden Jokowi tidak bisa turut campur karena ia sendiri tidak kebal hukum. Hal ini disampaikan presiden usai melakukan pertemuan dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat pagi.

“Ya saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan di wilayah hukum pengadilan,” ujar Jokowi. “Saya sendiri kan juga baru saja diputus bersalah oleh pengadilan di Palangkaraya, bersalah karena urusan kebakaran,” lanjutnya.

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada pers di Jakarta, Jumat 24 Agustus 2018. (NET)

Sedangkan untuk pengkajian ulang pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama, kepala negara belum mempertimbangkannya karena masih ada proses banding yang bisa ditempuh. “Ya itu kan ada proses banding,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Meiliana, warga Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara menerima vonis hukuman penjara 1,5 tahun dari PN Medan karena dinilai menistakan agama setelah memprotes volume suara adzan di lingkungannya. Kuasa hukum Meiliana sendiri menyatakan akan melakukan banding terkait putusan ini.

IREZ ANGGRAENI | YUSUF REZA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments