hero
(NET/Ginanjar Hanggarawan)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

17 Agustus 2018, 07:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Penipuan dengan iming-iming tak masuk akal rupanya masih mudah mendapatkan korbannya di Indonesia. Kemarin, Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) mengungkap penipuan dan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh sekte pembebas utang. Sekte ini dipimpin oleh Soegiharto Notonegoro. Kamis pagi, 16 Agustus kemarin, Polisi menetapkan Soegiharto sebagai tersangka. Soegiharto ditangkap sepekan sebelumnya, Kamis, 9 Agustus 2018, di kediamannya, Cirebon, Jawa Barat.

Bareskrim Polri menggelar jumpa pers pengungkapan kasus sekte pembebas utang. (NET/Ginanjar Hanggarawan)

Menurut Wadir Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, sekte pembebas utang menjalankan kejahatannya dengan memalsukan dokumen Bank Indonesia. Mereka mengiming-imingi masyarakat dengan mengatakan bahwa dokumen itu bisa membebaskan mereka dari utang. 

“Katanya sih menurut pengakuan TSK, utang yang jumlahnya 2 Milyar bisa dihapus,” ujar Daniel. “Kedua, seluruh masyarakat yang punya e-KTP dapat gaji sumbangan seumur hidup sebanyak 1.200 dollar,” lanjutnya. 

Soegiharto Notonegoro, pemimpin sekte pembebas utang. (NET/Ginanjar Hanggarawan)

Pemegang sertifikat dijanjikan mendapat gaji pokok sebesar Rp. 15 juta seumur hidup. Dengan sertifikat ini, Soegiharto membujuk masyarakat untuk masuk ke dalam sektenya. Dalam aksinya, Soegiharto juga memakai kedok bernama PT United Nation Swissindo. 

“Dengan iming-iming ini banyak yang tertarik tetapi kenyataannya tidak ada realisasi dan banyak tindakan lain,” tukas Daniel. “Masyarakat datang ke bank membawa dokumen menyatakan utang saya sudah lunas atau mengklaim dapat uang dari bank dengan gaji yang disebutkan tadi,” lanjutnya.

Dokumen yang dipakai oleh sekte pembebas utang untuk menipu warga. (NET/Ginanjar Hanggarawan)

Tak ayal, keresahan pun tak hanya melanda korban penipuan sekte pembebas utang, tapi juga beberapa bank. Puncaknya, sampai terjadi demonstrasi oleh masyarakat yang mengaku sebagai nasabah yang telah dijamin hutangnya oleh UN Swissindo. Mereka menuntut agar utangnya lunas karena merasa telah mendapat jaminan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah dokumen palsu yang dicetak sendiri oleh Soegiharto. Kini polisi masih mengembangkan kasus ini, terkait dengan jumlah kerugian masyarakat dan jumlah korban sekte pembebas utang ini. Akibat perbuatannya, Soegiharto kini diancam dengan hukuman enam tahun penjara.

GINANJAR HANGGARAWAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments