hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

15 Agustus 2018, 17:05 WIB

HALMAHERA, INDONESIA

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiarkan dakwah. Memilih siapa objek syiarnya, dimana lokasinya semua tergantung dari niatan semata. Kata-kata itu mungkin yang menjadi landasan dari seorang Ustad Nurhadi dalam menyiarkan dakwah.

Jika banyak ustad memilih mengajar ditempat-tempat yang mudah untuk dijangkau, tapi tidak dengannya. Ustad Nurhadi justru mendatangi sejumlah wilayah terpencil untuk mengajarkan syiar agama, salah satunya di wilayah hutan Halmahera, Maluku.

Ia sendiri tergabung dalam kelompok Dai Tangguh dari Baitul Maal Hidayatullah. Tak sekedar untuk menyiarkan ilmu agama di tempat terpencil, para dai-dai ini juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang suku Togutil.

Ustad Nurhadi. (LENTERA INDONESIA/Anggi Crestamia)

Suku Togutil sendiri adalah suku asli yang mendiami hutan Halmahera. Meski sebagian suku sudah mulai keluar hutan, masih terdapat sejumah warga yang memilih untuk menetap di dalam hutan. Untuk bisa menemui mereka, Ustad Nurhadi harus menghadapi medan yang berat.

Sebelum ada sepeda motor seperti sekarang ini, Ustad Nurhadi harus berjalan kaki selama dua hari untuk bisa mencapai kediaman warga. 

"Medan untuk mencapai hutan tersebut yang cukup ekstrem dan menantang. Kita kadang juga butuh waktu lama untuk bisa nyebrang sungai dan lain sebagainya," ujar Ustad Nurhadi saat ditemui oleh Tim Liputan NET pada 23 Mei 2018 lalu.

Ustad Nurhadi. (LENTERA INDONESIA/Anggi Crestamia)

Bukan tanpa alasan Ustad Nurhadi memilih suku ini sebagai objek syiarnya. Sebab, sejumlah warga yang masih tinggal di hutan ini tidak mengenal ilmu agama sama sekali.

Untuk mengajarkan nilai Islam, Ustad Nurhadi enggak canggung untuk mengikuti kegiatan orang Togutil. Bahkan ia seringkali ikut bersama anak-anak untuk mencari ikan dan bermain disungai. Kegiatan itu ia manfaatkan untuk mengajarkan tentang kebersihan kepada anak-anak.

"Sebagian dari mereka itu tinggal di dekat sungai-sungai. Mereka sebenarnya sudah mengenal mandi kecil, tapi belum pernah mengenal wudhu. Makanya kita coba ajarkan dan praktekkan," tambahnya.

Ustad Nurhadi. (LENTERA INDONESIA/Anggi Crestamia)

Seiring dengan perkembangan zaman, kehidupan Suku Togutill semakin terancam. Ini karena luas lahan semakin berkurang dan mereka tidak memiliki hak atas lahan. Jika dibiarkan Suku Togutill akan terusir dari rumahnya sendiri.

Karena itulah selain ilmu agama, Ustad Nurhadi juga mengajarkan berbagai ilmu dan keahlian. Hal ini supaya Suku Togutill bisa bertahan hidup dan menghadapi perubahan zaman.

"Kita ingin mengajak mereka supaya mereka jadi manusia yang punya peradaban hidup bermasyarakat seperti yang lainnya daripada mereka hidup di dalam hutan yang serba kekurangan," lanjut Ustad Nurhadi.

Salah satu hal yang dilakukan Ustad Nurhadi adalah dengan membangun rumah singgah Suku Togutill di Sofifi sejak tahun 2017. Di sini, para Suku Togutill diajarkan bercocok tanam, memancing ikan, dan sejumlah keahlian lain.

Ustad Nurhadi. (LENTERA INDONESIA/Anggi Crestamia)

Kiprah Ustad Nurhadi dalam menyiarkan ilmu sejak 2011 ini pun banyak memberikan manfaat. Makanya enggak heran, banyak orang yang mengenal dan senang akan kehadirannya. Ia pun dikenal sebagai sosok yang tidak pilih-pilih dalam menyebarkan kebaikan.

Meski sudah tujuh tahun meyebarkan kebaikan di desa ini, Ustad Nurhadi mengaku masih ada satu mimpinya yang belum terwujud. Yaitu membangun masjid di pesantren miliknya. Ia pun mengaku akan terus menyiarkan ilmu agama dan ilmu lainnya agar hidup masyarakat Suku Togutill menjadi lebih beradab.

“Bahkan Allah pun mengatakan ‘Barangsiapa ingin merubah nasibnya sendiri dia harus berubah’. Nah, ini kita coba untuk pembina mereka melakukan perubahan dari mereka mereka menjadi manusia manusia yang beradab dan bisa hidup seperti manusia biasanya". tutup Ustad Nurhadi.

LENTERA INDONESIA | ANGGI CRESTAMIA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments