hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

14 Agustus 2018, 14:50 WIB

NUSA TENGGARA BARAT, INDONESIA

Presiden Joko Widodo berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk meninjau penanganan korban gempa. Tiba di Lombok, Senin kemarin, hari ini Presiden Jokowi naik motor trail saat meninjau posko pengungsian.

Tidak sendiri, Presiden dibonceng Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi. Dari foto yang dibagikan Humas Pemprov NTB, Presiden Jokowi duduk di belakang Gubernur Zainul yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). Motor trail yang dinaiki Presiden Jokowi dan TGB menuju pengungsi di Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenan, Kabupaten Lombok Utara.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi membonceng Presiden Jokowi dengan motor trail, Selasa, 14 Agustus 2018. (Dokumentasi Humas Pemprov NTB)

Sebelumnya, pada Senin kemarin, usai meninjau posko pengungsian di Lombok Utara, Presiden Jokowi menggelar Rapat Terbatas penanganan. Rapat digelar di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. 

Sejumlah arahan diberikan oleh Presiden. Pertama, memastikan jumlah rumah rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan. Data tersebut dibutuhkan untuk memudahkan pemerintah pusat mendistribusikan bantuan yang akan diberikan kepada tiap kepala keluarga.

Bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah telah menetapkan akan memberikan bantuan sebesar Rp50 juta.

Rapat Terbatas penanganan gempa Lombok di di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. (Dok. BPMI)

Kedua, Presiden Jokowi memerintahkan agar bantuan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat untuk dapat diserahkan mulai Selasa ini.

Arahan ketiga, Presiden meminta memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian. “Untuk fasilitas-fasilitas umum yang berkaitan dengan ekonomi misalnya pasar agar ini didahulukan. Terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali,” tuturnya.

Presiden bertemu para pengungsi yang berada di lapangan Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (13/8). (Dok. BPMI)

Keempat, Presiden ingin agar warga setempat diberikan edukasi mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi jika bencana tersebut kembali melanda di kemudian hari.

“Yang kelima, saya minta Kementerian PU untuk fasilitas umum yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan satu per satu dimulai. Jangan sampai terlalu lama tidak disentuh sehingga anak-anak kita nanti tidak bisa belajar dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kita harapkan bisa pulih kembali,” tutur Presiden.

Presiden berdiskusi dengan Menteri PUPR dan Panglima TNI di Lombok Utara, NTB, Senin (13/8). (Dok. BPMI)

Rapat terbatas Gubernur Muhammad Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M. Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei.

TIM LIPUTAN  

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments