hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

14 Agustus 2018, 12:20 WIB

BANTEN, INDONESIA

Warga Serang, Banten, dihebohkan dengan kehadiran komunitas keagamaan yang menamakan diri Kerajaan Ubur-ubur. Komunitas ini dipimpin oleh Aisah Tusalamah Baiduri Intan. Ia memimpin komunitas ini bersama suaminya, Rudi.

Kerajaan Ubur-ubur melakukan aktivitas di sebuah rumah di Lingkungan Tower Indah Sayabulu, Kota Serang, Banten. Mereka juga memiliki struktur kepengurusan layaknya sebuah organisasi.

Majelis Ulama Indonesia Kota Serang kemudian melakukan pengecekan terhadap komunitas ini. Ketua MUI Kota Serang Amas Tadjuddin bersama sejumlah ulama dan tokoh masyarakat berdialog dengan "pemilik" kerajaan, Aisah, pada Senin, 13 Agustus 2018.

Dialog MUI Kota Serang dengan Kerajaan Ubur-ubur di Serang, Banten, Senin, 13 Agustus 2018. (Dokumentasi MUI Kota Serang)

Dari pertemuan itu, dijelaskan Tadjuddin, MUI menyimpulkan beberapa temuan ajaran yang bersinggungan dengan Islam tapi dinilai menyesatkan dan menyimpang. 

"Pertama, mengakui Nabi Muhammad adalah perempuan, bukan laki-laki," kata Tadjuddin kepada Iman Santosa dari NET di kantor MUI Kota Serang, Selasa, 14 Agustus 2018. Kedua, lanjut Tadjuddin, Aisah meyakini Allah SWT memiliki makam petilasan di Kota Serang.

"Ini dua hal yang sangat menyesatkan dari sisi ajaran akidah Islam," kata Tadjuddin.

Kantor MUI Kota Serang, Banten. (NET/Iman Santosa)

Selain temuan menyesatkan, Tadjuddin juga menjelaskan temuan menyimpang. Pertama, Aisah meyakini iman kepada yang gaib, yaitu Nyi Roro Kidul. Aisah, kata Tadjuddin, juga mengaku sebagai perwujudan dari Ratu Kidul.

"Kemudian, dia selalu memperoleh inisiasi hasil bacaan Alquran dari bentuk gaib, tetapi itu semua tidak dapat dibuktikan dan cara menggali Alquran-nya sudah keliru," ujar Tadjuddin.

Menurut Tadjuddin, dirinya juga menemukan hal menarik dari penyimpangan itu. "Dia (Aisah) mengatakan bahwa Ka'bah bukan kiblat umat Islam, melainkan rumah nabi memuja kepada Sang Hyang Tunggal," kata dia.

Ketua MUI Kota Serang Amas Tadjuddin. (NET/Iman Santosa)

Satu hal yang kontroversi, lanjut Tadjuddin, Aisah menyatakan dan meyakini hajar aswad dicium oleh banyak orang, karena bentuknya mirip dengan kelamin perempuan.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, hingga kini Kerajaan Ubur-ubur dalam pengawasan MUI. Polisi juga turun tangan untuk menyelidiki lebih jauh. Polres Kota Serang menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan aktivitas Kerajaan Ubur-Ubur.

IMAN SANTOSA

18

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments