hero
(NET)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

7 Agustus 2018, 13:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Penyeberangan jalan dengan bantuan Pedestrian Light Controlled Crossing (Pelican Crossing) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta sempat menuai pro dan kontra. Pelican crossing dipakai setelah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Bundaran HI dibongkar demi perhelatan Asian Games 2018.

Sebagian masyarakat menilai pembongkaran ini terkesan terburu-buru. Meski ada pula yang mendukung Pemprov DKI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pelican crossing merupakan pilihan terbaik dan membawa banyak manfaat buat para pejalan kaki.

“Dengan tidak adanya JPO maka pejalan kaki bisa leluasa, penyandang disabilitas leluasa, dan kita ingin memuliakan pejalan kaki. Kita ingin masyarakat juga belajar memuliakan pejalan kaki,” ujar Anies kepada Anjana Demira dari NET, Selasa 7 Agustus 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diwawancarai oleh Anjana Demira dari NET, Selasa 7 Agustus 2018. (NET)

Anies juga beralasan bahwa pelican crossing ini dengan sendirinya mengkondisikan para pengendara sepeda motor menghormati penyeberang jalan. “Melatih masyarakat pengguna kendaraan bermotor untuk tertib. Karena kita cenderung bukan mentaati peraturan, tapi mentaati penegak peraturan,” kata Anies. 

Hasilnya sudah mulai terlihat, Anies mengklaim dirinya sudah mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. “Saya ketemu dengan beberapa yang menceritakan sesudah ada pelican crossing, kalau siang mereka makan siang di luar karena enggak perlu lagi naik-turun tangga. Jadi suasana yang ramah pada pejalan kaki itu hadir,” tukas pendiri Gerakan Indonesia Mengajar ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan warga di sekitar Bundaran HI. (NET)

Selain itu, menurut Anies, sekarang telah tersedia petugas yang berjaga 24 jam guna mengatur kelancaran lalu lintas dan pejalan kaki agar aman saat menyeberang. Meski demikian, beberapa warga Jakarta mengungkapkan kekhawatirannya dengan menyeberang di pelican crossing ini.

“Dari sana ada yang ngebut, enggak tahu ada crossing yang baru ini, membahayakan juga menurut saya,” kata Handika Nathanael Nainggolan, seorang karyawan swasta yang kerap menggunakan JPO.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan ke arah warga yang menyapa. (NET)

Kecemasan serupa juga diungkapkan oleh Metha Sari, seorang karyawati yang berkantor di sekitar Bundaran HI. “Saya lebih pilih jembatan penyeberangan karena kita bisa lihat view juga di depan itu, di halte busway itu, bisa lihat view,” ujar Metha. 

“Kalau disini tuh agak seremnya mobil-mobil kan kenceng. Walaupun ada lampu merah tapi saya rasa masih aman untuk jembatan penyeberangan sih,” lanjut Metha.

JPO Bundaran HI dibongkar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI karena dianggap menghalangi pemandangan patung dari arah Thamrin ke Sudirman. Padahal patung tersebut merupakan ikon Jakarta, saat Asian Games 1962 silam dan seharusnya juga menjadi ikon Asian Games kali ini.

TIM LIPUTAN 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments