hero
Remaja, teknologi dan kecenderungan ADHD. (SCIENCE DAILY)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

24 Juli 2018, 10:15 WIB

AMERIKA SERIKAT

Hampir sulit rasanya untuk berhenti, saat internet ada di ujung jari kita. Selalu ada saja notifikasi untuk dibaca, video untuk ditonton, atau hal lainnya yang menggugah rasa penasaran.

Nyatanya, beberapa ahli menduga bahwa fenomena seperti ini dapat berdampak negatif pada kesehatan pikiran para remaja. Sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa konektivitas internet dapat meningkatkan gejala ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder). 

ADHD adalah gangguan perkembangan dalam aktivitas motorik yang dapat membuat anak-anak atau remaja menjadi hiperaktif, gelisah, tidak bisa diam, sampai mengurangi performa mereka saat belajar di sekolah. Terutama pada remaja yang menggunakan media digital dengan intensitas tinggi.

Remaja, teknologi dan kecenderungan ADHD. (MASHABLE)

Dalam penelitian ini, para peneliti menggelar survei terhadap 2.587 siswa sekolah menengah dalam studi prospektif dan longitudinal. Mereka menemukan bahwa remaja yang terlibat dalam 14 aktivitas media digital yang berbeda yang dilakukan secara intens dalam sehari, telah meningkatkan kemungkinan gejala ADHD.

Aktivitas media sosial itu termasuk mengecek situs media sosial, mengirim pesan, mengobrol online, juga mem-posting foto, video, blog, atau melihat pembaharuan status seseorang. Lebih dari separuh dari mereka yang disurvei masuk ke platform media sosial dan mengirim pesan beberapa kali per hari.

"Studi ini menimbulkan kekhawatiran baru apakah teknologi media digital dengan intensitas tinggi, mungkin menempatkan generasi remaja sekarang berisiko mengidap ADHD," ungkap penelitian tersebut seperti yang dilansir dari Mashable. 

Adam Leventhal, penulis utama penelitian dan Direktur Laboratorium Kesehatan, Emosi, dan Kecanduan dari University of Southern California turut bersuara atas fenomena ini. "Kami tidak dapat mengonfirmasi apakah ada efek kausal dari penggunaan media digital pada ADHD dari penelitian kami. Namun penelitian ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa teknologi media digital dengan intensitas tinggi dapat menempatkan generasi muda pada risiko ADHD," katanya melalui e-mail

Remaja, teknologi, dan kecenderungan ADHD. (MASHABLE)

Hal ini tentu menjadi tugas besar para orang tua demi menjaga kesehatan buah hatinya. Perlu ada pembatasan akan waktu penggunaan gadget dan media sosial pada remaja demi masa depan mereka. 

Sebagai informasi tambahan, ADHD ini juga berpengaruh besar bagi generasi mendatang karena penyakit ini ternyata juga dapat diwariskan. ADHD dapat menimbulkan paparan racun selama kehamilan, membuat seorang ibu melahirkan anak dengan berat badan rendah, sampai pada kasus cedera otak. 

Penyakit ini juga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Tingkat diagnosis pada anak-anak telah meroket selama dua dekade terakhir seiring dengan majunya perkembangan teknologi internet dan gadget

MASHABLE | SCIENCE DAILY

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments