hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

23 Juli 2018, 12:30 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM inspeksi mendadak di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Hasil sidak ditemukan barang-barang yang dilarang untuk dibawa ke dalam kamar narapidana.

Dari sidak yang dilakukan pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB, Minggu, 22 Juli 2018 itu, petugas menemukan AC, kompor, dan handphone. Ditemukan juga televisi, kulkas, microwave dan berbagai peralatan untuk memasak.

"Inilah yang kita temukan barang barang ada di dalam kamar. Sebagaimana diketahui di Lapas Sukamiskin ada 522 kamar, dihuni oleh 404 orang," kata Dirjen PAS Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami, Minggu malam.

Sejumlah barang sitaan hasil sidak diperlihatkan saat pers rilis di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/7). Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan seluruh Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Selain barang-barang tersebut, dari keseluruhan kamar yang disidak, petugas juga menemukan uang dengan total Rp102 juta.  Menurut Sri, barang dan uang tersebut akan didata terlebih dahulu. Setelahnya akan dikembalikan ke pihak keluarga.

Sri juga menyatakan, dalam sidak ada dua kamar yang belum digeledah. Musababnya kamar tersebut masih disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Kita menyentuh pun tidak, melakukan penghormatan atas apa yang sedang dilakukan oleh KPK," tuturnya.

Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) bersama jajarannya menunjukan barang-barang sitaan hasil sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/7). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Dua ruangan yang disegel, yakni ruang tahanan terpidana mantan Bupati Bangkalan Madura, Fuad Amin dan terpidana Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), yang merupakan adik Ratu Atut Chosiyah.

Sidak ini dilakukan sebagai respons atas temuan KPK mengenai adanya fasilitas mewah yang diperoleh napi di Sukamiskin. Sebelumnya Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, staf Wahid Husein, Hendry Saputra, napi korupsi Fahmi Darmawansyah serta napi kasus pidana umum Andi Rahmat.

ANGGI PUTRA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments