hero
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus proyek pengadaan KTP elektronik, Bimanesh Sutarjo berjalan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). (ANTARA/

EDITOR : REZA ADITYA

16 Juli 2018, 12:40 WIB

INDONESIA

Majelis hakim Pengadilan  Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis kepada Dokter Bimanesh Sutarjo 3 tahun penjara  dan denda Rp 150 juta subsider satu bulan hukuman bui. Bimanesh terbukti menghalangi penyidikan perkara rasuah.

"Menjatuhkan pidana Dokter Bimanesh Sutarjo terbukti secar sah melakukan pidana merintangi penyidikan korupsi," demikian bunyi putusan saat dibacakan ketua majelis hakim Mahfudin, Senin, 16 Juli 2018.

Terdakwa kasus dugaan perintangan penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo bergegas seusai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (6/7).  (ANTARA/Dhemas Reviyanto)

 

BACA JUGA:
Dokter Bimanesh Menyesal dan Minta Maaf
Vonis 7 Tahun untuk Fredrich Yunadi
Fredrich Minta Bimanesh Jalankan Skenario Novanto Kecelakaan

Pengadil menyatakan dokter di Rumah Sakit Medika Permata Hijau melanggar pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Majelis dalam pertimbangannya menyatakan Bimanesh bersama dengan bekas kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, bersekongkol mengatur rekayasa sakit. Tujuannya, agar Setya Novanto tidak diperiksa oleh komisi antirasuah.

Persekongkolan itu terjadi pada November 2017. Pada saat itu, Novanto mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau. Kecelakan yang dialami politikus Golkar itu ringan, namun dibuat seolah Novanto mengalami luka serius.

Terdakwa kasus dugaan perintangan penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (6/7). (ANTARA/Dhemas Reviyanto)

 

Vonis majelis kepada Bimanesh lebih kecil dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Bimanesh enam tahun penjara dan denda senilai Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Hal yang membuat majelis membuat ringan hukuman Bimanesh dari tuntutan jaksa adalah karena dokter spesialis penyakit dalam, ginjal, dan hipertensi itu sopan saat persidangan, belum pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga.

BUDI RAHARJO | AGUS FAHMI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments