hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

10 Juli 2018, 06:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Bekerja di lembaga otoritas tertinggi sepak bola dunia mungkin menjadi impian dari banyak cowok. Namun, beberapa waktu lalu FIFA menghebohkan dunia dengan mengangkat seorang perempuan menjadi sekretaris jenderal. Perempuan tersebut adalah Fatma Samba Diouf Samoura.

Samoura sendiri adalah warga kebangsaan Senegal yang lahir pada 9 September 1962. Meskipun lahir dan berasal dari Senegal, ia sudah terbiasa sejak kecil menggunakan bahasa Prancis. Enggak cuma itu, Samoura juga ternyata bisa menguasai bahasa lain seperti Inggris, Spanyol, dan Italia.

Sebelum menjabat sebagai sekertaris jenderal di FIFA, Samoura sudah lama bergelut dalam organisasi PBB. Ia memulai karirnya di PBB sebagai perwira logistik senior pada tahun 1995. Ia diketahui mengabdi di PBB selama hampir 21 tahun.

Selama di PBB, perempuan yang memeluk agama Islam ini berhasil memulai dan memimpin sejumlah pembangunan dan kemanusiaan di beberapa negara. Salah satunya negara di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Eropa. 

Kepemimpinannya dan visi Samoura telah membantu pemberdayaan wanita dan pemuda serta mengubah kehidupan warga di negara tersebut. Hingga pada bulan Juni 2016, Presiden FIFA Gianni Infantino menunjuk Samoura sebagai Sekertaris Jendral. Harapannya, Samoura dapat membantu FIFA memperoleh kembali kepercayaan dunia.

Samoura merupakan Sekertaris Jendral perempuan pertama di FIFA. Di bawah pimpinannya, jumlah wanita dalam administrasi FIFA telah meningkat dari 32% pada tahun 2016 menjadi 48% pada tahun 2018.

Bekerja ditempat yang di dominasi oleh laki-laki tidak menjadi halangan bagi Samoura. Ia mengaku bahwa sejak kecil, ia selalu dikelilingi oleh banyak laki-laki.

"Sepanjang hidup saya, saya selalu menghadapi tantangan sebagai seorang wanita yang bekerja di tempat yang di dominasi oleh laki-laki. Tapi apa yang benar-benar membawa saya ke tempat saya sekarang ini adalah kerja keras," ujar Samoura dikutip dari laman Qrius pada 9 Juli 2018.

Meski awalnya sempat diragukan karena pengalamannya terhadap sepak bola masih sedikit, Samoura mengaku tidak akan menyerah. Ia justru yakin, pengalamannya di lembaga internasional yang berbeda bisa menjadi aset baru bagi FIFA.

"Saya yakin peran ini sangat cocok untuk keterampilan dan pengalaman saya. Harapannya, saya bisa menumbuhkan permainan sepak bola di seluruh dunia. Sebagai seorang wanita, saya tidak merasa adanya tekanan tambahan. Sebaliknya, saya menilai ini adalah sebuah peluang." tutupnya.

QRIUS

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments