hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

6 Juli 2018, 06:05 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Menjadi seorang astronaut yang bisa melakukan penelitian dan menjalankan misi di luar angkasa merupakan impian dari sebagian orang. Tapi sayangnya, cita-cita ini bisa dibilang sulit karena butuh kecerdasan dan persiapan yang terbilang khusus.

Tapi seorang guru asal Sleman, Yogyakarta, berkesempatan untuk menjadi seorang astronaut loh. Yup, dia adalah Nur Fitriana. Guru yang mengajar di SD Negeri Deresan, Sleman ini terpilih menjadi salah satu peserta program "Honeywell Educators at Space Academy". Ia pun mengikuti pelatihan astronaut di US Space and Rocket Center di Huntsvalle, Alabama, Amerika Serikat.

(NET/Sigit Pamungkas)

Fitriana mengaku tak menyangka bisa berhasil lolos dan menyingkirkan 2.776 peserta dari 67 negara. Berawal dari ketertarikannya pada dunia science, ia kemudian mendaftarkan diri melalui internet. Ternyata ia berhasil lolos dan mewakili Indonesia bersama 9 orang lainnya.

Selama 5 hari, ia bersama 108 peserta dari berbagai negara mendapatkan berbagai pelatihan tentang astronaut oleh para profesor dan ahli di bidang science technology engineering mathematics. Mereka juga diberikan pembelajaran mulai dari pendidikan karakter mental, disiplin sistem mesin, hingga praktek menjadi astronaut.

"Kami belajar banyak hal, terutama tentang stem education. Kami juga belajar tentang bagaimana proses pembelajaran di luar angkasadan simulasi menerbangkan roket dan peswa," ujar Nur Fitriana saat ditemui tim liputan NET pada 3 Juli 2018 lalu.

(NET/Sigit Pamungkas)

Bisa mengikuti pelatihan ini merupakan hal yang tak terlupakan bagi Nur Fitriana. Selain mendapatkan berbagai pelajaran baru, ia juga dapat bertukar pikiran dengan guru dari berbagai negara tentang pendidikan sekolah.

"Banyak pengalaman yang kami dapatkan dan berkesan. Terutama saat kami bisa berinteraksi langsung dengan para astronaut yang sudah selesai melakukan misi. Kami juga bisa sharing mengenai masalah dan problem solving tentang pendidikan dari guru di setiap negara." tutupnya.

Meski pelatihan hanya berlangsung selama 5 hari, namun tidak menutup kemungkinan para peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi astronaut sepenuhnya.

SIGIT PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments