hero
(NET/Andri Prasetyo)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

5 Juli 2018, 10:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Gubernur Nanggro Aceh Darussalam (NAD), Irwandi Yusuf akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta. Irwandi keluar gedung dengan mengenakan jaket oranye pada Kamis dini hari. Ia dibawa petugas untuk ditahan di rutan KPK.

Saat digelandang ke mobil tahanan, Irwandi kukuh membantah tuduhan penerimaan gratifikasi dari proyek dana otonomi khusus. Selain Irwandi, KPK juga menahan Hendri Yusal, koleganya dari swasta.

Menurut Irwandi, apa yang dilakukan Hendri dengan menerima komitmen fee delapan persen, bukan arahan darinya. Irwandi juga berdalih tidak ada kordinasi sebelumnya sehingga  ia mengaku tak bersalah.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sesaat sebelum keluar dari Gedung KPK, Kamis dini hari. (NET/Andri Prasetyo)

“Ada tuduhan gratifikasi. Saya enggak minta hadiah, saya enggak perintahkan orang untuk minta hadiah,” ujar Irwandi Yusuf. “Saya enggak terima uang, belum jelas ini,” lanjut mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini. 

Ketika ditanya mengenai adanya fee delapan persen dari proyek-proyek yang menggunakan dana otonomi khusus, Irwan menjawab pendek,”Kita enggak ada fee.”

Bahkan sebelum masuk mobil tahanan Irwandi kembali mengulang bantahannya. “Saya enggak melanggar apapun, saya enggak ngatur fee, enggak ngatur proyek, enggak terima fee, enggak menjanjikan sesuatu.” Salah seorang awak media juga menanyakan apakah Irwandi siap jika dikenakan hukuman cambuk? Irwandi tak menanggapi pertanyaan itu.

Hendri Yusal, pihak swasta yang ikut ditangkap dalam OTT KPK di Aceh. (NET/Andri Prasetyo)

Dalam OTT yang digelar di Aceh dan menangkap Gubernur Irwandi Yusuf serta Bupati Bener Meriah Ahmadi, penyidik KPK menyita uang senilai Rp 500 juta. Selain menangkap Irwandi Yusuf, penyidik KPK juga menangkap Bupati Bener Meriah Ahmadi dan sejumlah pihak non PNS. KPK menduga uang tersebut merupakan gratifikasi sebagai komitmen fee transaksi penyelenggaraan negara.

BACA JUGA:
Kata Mendagri Soal Ditangkapnya Gubernur Aceh
KPK Bawa Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke Jakarta
Penampakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Tiba di KPK

Sementara itu, Hendri Yusal saat dicecar awak media ketika digelandang ke mobil tahanan, memilih bungkam. Irwandi ditahan di rumah tahanan Gedung KPK, sedangkan Hendri dititipkan di rutan cabang KPK, Polres Jakarta Timur. Keduanya akan menjalani penahanan untuk 20 hari ke depan, terhitung sejak 4 Juli 2018. 

Irwandi Yusuf saat memberikan keterangan ke media, Kamis dini hari. (NET/Andri Prasetyo)

Irwandi Yusuf, mantan gerilyawan kombatan GAM pernah menjadi Gubernur Aceh periode 2007-2012. Ia kemudian terpilih lagi menjadi gubernur untuk periode 2017-2022. Sebelumnya Irwandi dikenal sebagai sosok yang makan asam garam di medan konflik Aceh. Perdamaian Aceh mengantarkannya ke kursi gubernur negeri serambi Mekkah lewat Pilgub 2006. Dari medan gerilya, ke kursi pemerintahan, kini Irwandi bersiap untuk membela dirinya di kursi pesakitan. 

ANDRI PRASETYO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments