hero
Penyelam Alex Reeson memeriksa Arapaima atau ikan Pirarucu di bagian tropis akuarium air tawar terbesar di Eropa Aquatis, yang akan dibuka tanggal 21 Oktober, di Lausanne, Swiss, Selasa (17-10-2017).

EDITOR : REZA ADITYA

28 Juni 2018, 17:15 WIB

INDONESIA

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti keki dengan sekelompok orang yang melepas ikan Arapaima gigas di Sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur. Dia meminta kepolisian menjerat pidana pelaku yang melepas ikan dari Amerika Selatan itu.

"Jadi saya minta BKSDA, aturan apa yang bisa dipakai untuk menjerat para pelaku seperti ini," kata Susi, di kantornya,  Kamis, 28 Juni 2018. "Jika tidak, sumber daya ikan kita akan habis dengan adanya ikan tersebut dan berdampak ke ekonomi Indonesia."

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (NET)

 

Ikan Arapaima habitat aslinya di perairan tropis Amerika Selatan. Arapaima adalah ikan air tawar paling besar di dunia. Dia bisa tumbuh hingga tiga meter dengan berat mencapai lebih dari 300 kilogram.

Jika dilepas secara sembarangan di perairan Indonesia, ikan itu bisa mengancam habitat ikan asli Indonesia. Musababnya, Arapaima adalah jenis ikan predator.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah NKRI menyebut Arapaima adalah salah satu spesies berbahaya.

Itu sebabnya, Menteri Susi ingin orang yang melepas ikan predator itu dijerat pidana. "Tentu peristiwa ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat yang tidak tahu ikan Arapaima itu dilarang hidup di perairan Indonesia."

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memberikan pemaparan saat diskusi publik, di Jogja Expo Centre, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (15/12/16).  ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

 

Menteri Susi juga meminta ikan Arapaima itu dimusnahkan. "Bukti itu sudah ada segera dimusnahkan untuk ada perwakilan penegak hukum," ujar Susi.

Ikan Arapaima pertama kali ditemukan warga di Sugai Brantas pada Ahad, 25 Juni 2018. Penemuan ikan itu membuat heboh jagat maya.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Muti dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Rina mengatakan telah mendapat informasi dari media sosial menyoal pelepasan ikar predator itu di Sungai Brantas.

Menurut Rina, institusinya telah menemukan adanya satu orang di Surabaya yang punya 18 ekor Arapaima. Empat ekor di antaranya diserahkan kepada masyarakat dan delapan ekor dilepas di Sungai Brantas.

RENDIANTO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments