hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

20 Juni 2018, 18:30 WIB

SINGAPURA

Untuk warga Indonesia, Singapura menjadi salah satu lokasi wisata favorit. Selain karena jaraknya yang relatif dekat, Singapura juga punya banyak wahana wisata limited edition. Misalnya saja Universal Studio, untuk di kawasan Asia Tenggara, hanya Singapura yang punya. Lalu ada juga Skyline Lugde di Pulau Sentosa, yang hanya ada di Singapura.

Di balik itu semua, Singapura juga punya pesona wisata religi untuk Muslim. Posisinya yang strategis, membuat Singapura dulu berperan penting untuk penyebaran Islam di Asia Tenggara. Bukti sejarahnya ada di kawasan Bugis.

Masjid Sultan, salah satu masjid tertua di Singapura. (NET/ Reza Rivalda)

Satu bangunan ikonik di kawasan Bugis adalah Masjid Sultan yang dibangun pada tahun 1819. Salah satu masjid tertua di Singapura ini merupakan monumen nasional negeri Singa. Masjid indah ini terbuka untuk umum. Wisatawan bisa masuk di luar waktu salat dan berfoto di dalamnya.

Rombongan wisatawan berfoto di dalam Masjid Sultan. (NET/Reza Rivalda)

Di sekitar kawasan masjid, ada jejak peninggalan sejarah Islam, yaitu Kampong Glam. Kawasan ini adalah kantong muslim di Singapura. Dulu para pedagang dari negeri Arab, singgah di sini untuk menjual rempah-rempah. Sebagian dari mereka menetap dan menikah dengan penduduk asli hingga terbentuklah kawasan muslim ini. Sisa sejarahnya masih terasa kalau menyusuri jalan di Kampong Glam. Nuansa timur tengah dan melayu berpadu harmonis, menawarkan ragam kekayaan kuliner untuk wisatawan yang datang.

Suasana jalanan di Kampong Glam. (NET/Reza Rivalda)

Dan, masih di sekitar Kampong Glam, ada jejak sejarah lainnya, yaitu Haji Lane. Kawasan wisata ini sangat populer karena sangat instagramable. Semua sudut bangunan tua berusia lebih dari satu abad di Haji Lane, bertabur mural kece, makanya kawasan ini disebut pusat street art-nya Singapura.

Salah satu sudut Haji Lane. (NET/ Reza Rivalda)

Nah, di tahun 1960-1970-an, kawasan Haji Lane adalah tempat berkumpulnya para jemaah haji asal melayu sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke mekkah. Saat itu, aneka pernik haji dijual di jalan ini, dan akhirnya kawasan ini identik dengan kata ‘haji’. Karena itulah, hingga kini tempat ini disebut Haji Lane.

Seru kan? Dengan kemasan wisatanya yang mayoritas moderen, terselip sepenggal kisah sejarah perkembangan Islam di Singapura. Jadi, selain menambah koleksi foto-foto yang kece, kamu juga menambah wawasan soal sejarah Islam di sini!

DIAN KENCANA DEWI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments