hero
Balon udara. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

18 Juni 2018, 16:45 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Kepolisian Resor Ponorogo, Jawa Timur, menyita ratusan balon udara berukuran jumbo dari sejumlah desa di Bumi Reog itu.  Selain balon, polisi juga menyita ratusan petasan berbagai ukuran.

Petasan itu sedianya akan ikut diledakkan saat balon udara terbang sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur  Inspektur Jenderal Machfud Arifin mengatakan pada penyitan itu, polisi menangkap tiga orang.

Bahaya Balon Udara. (KEMENHUB)

 

"Sudah diberikan edukasi, tetap tidak mempan, ya kami proses hukum saja sampai persidangan," ujar Machfud, di kantorya, Senin, 18 Juni 2018. "Karena itu membahayakan penerbangan. Penilaian dunia internasional. Jangan sampai diganggu."

Masyarakat Ponorogo memiliki tradisi menerbangkan balon saat perayaan Idul Fitri. Tradisi itu muncul sejak abad ke-15. 
Pada saat itu Bhatara Katong, bupati pertama Ponorogo, membuat kultur menerbangkan balon yang terbuat dari kertas.

Bahaya Balon Udara untuk Penerbangan. (KEMENHUB)

 

Tujuannya adalah mengenang kepada Ki Ageng Kutu Surya Alam dan mengurangi gejolak masyarakat Ponorogo. Ki Ageng Kutu adalah penguasa di Kerajaan Wengker yang bertindak sewenang-wenang kepada masyarakat Ponorogo.

Nilai filosofis menerbangkan balon udara untuk menghilangkan gejolak masyarakat Ponorogo. Selain itu, menerbangkan balon sampai ke awan hingga menghitam karena efek dari api yang dipanaskan bisa menggugurkan segala macam dosa umat manusia.

Tradisi kini tak hanya dilakukan saat Idul Fitri. Pada perayaan Hari Kemerdekaan RI, masyarakat Ponorogo juga menerbangkan balon udara.

Syarat Balon Udara Boleh Diterbangkan untuk Tradisi. (KEMENHUB)

 

Sayangnya, tradisi itu dianggap membahayakan penerbangan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi jelajah terbang balon udara mencapai lebih dari 150 meter.  Itu artinya, hampir sama dengan jelajah ketinggian pesawat saat terbang rendah.

Apalagi ukuran dimensi balon itu diameter lebih dari 10 meter dan tinggi 20 meter. Masyarakat diimbau berkali-kali untuk tidak menerbangkan balon udara. Namun, dengan alasan tradisi mereka tetap nekat meski berujung bui.

HENDRAS RAKA SETIAWAN

25

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments