hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

16 Juni 2018, 14:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyebut pencabutan larangan terbang maskapai Indonesia di Uni Eropa dapat memajukan dunia penerbangan. Menteri Retno menyoroti potensi industri penerbangan dan pariwisata.

"Harapannya, lebih mendorong industri penerbangan yang akan mendorong pariwisata dan people to people contact," kata Retno dalam konferensi pers di kediaman Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend memberikan keterangan pers di Rumah Dinas Menteri Perhubungan, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (15/6).  (ANTARA/Galih Pradipta)

Menurut Retno, pencabutan larangan itu adalah bentuk kepercayaan dunia internasional ke penerbangan Indonesia. Retno mengapresiasi beberapa pihak atas keputusan ini.

"Ini hasil kerja keras dan kolaborasi diplomasi regulator Kemenhub dan maskapai penerbangan. Karena tanpa kolaborasi akan sulit untuk kita sampai hasil ini," kata dia.

Sementara Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend mengatakan, pencabutan larangan terbang maskapai Indonesia adalah kabar yang menggembirakan. "Ini semua atas kerja keras otoritas Indonesia," kata dia di tempat yang sama.

Garuda Indonesia, salah satu pesawat milik maskapai Indonesia. (NET)

Sebelumnya pada Kamis, 14 Juni 2018, Komisi Eropa telah memperbaharui EU Air Safety List mengenai daftar maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional, dan karenanya tidak diperkenankan beroperasi di wilayah Uni Eropa. 

Berdasarkan daftar terbaru tersebut, 55 maskapai penerbangan Indonesia yang masih berada dalam daftar lama telah dikeluarkan dari daftar larangan terbang di Uni Eropa.

Salah satu pesawat lepas landas dari Bandara Adi Sucipto. (NET)

BACA JUGA: Uni Eropa Cabut Larangan Terbang untuk Maskapai Penerbangan Indonesia

Dengan adanya keputusan tersebut, maka maskapai utama (Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Ekspres Transportasi Antarbenua, Indonesia Air Asia, Citilink, Lion Air, dan Batik Air) telah dihapuskan dari daftar larangan tersebut, dan bisa terbang ke manapun di Eropa.

SYARIFAH RAHMA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments