hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 Juni 2018, 12:05 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Saat ini ada banyak pilihan ojek online. Salah satunya ojek syar'i yang digagas Evilia Adriani, mahasiswi UPN Veteran Surabaya. Uniknya, ojek ini dikhususkan buat perempuan dan pengemudinya juga perempuan.

Evilia menemukan ide ini karena sering melihat penumpang wanita yang risih dibonceng pengemudi ojek laki-laki. Dia juga prihatin dengan banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi belakangan.

Akhirnya sejak Desember 2017 lalu, Evilia memulai usaha ojek online syar'i yang diberi nama Ojesy. Ia juga berbekal pengalamannya sebagai kurir antar barang.

Ia mematok tarif Rp3000 per kilometer. Dengan tarif awal Rp5000. Ojek syar'i menerapkan sistem bagi hasil 70:30 antara pengemudi dan perusahaan. Omzet per bulan dari usaha ini mencapai Rp5-7 juta.

"Jadi biaya awal itu untuk mengganti bensin pengendara dari tempat tujuan dan kembalinya. Lalu ada biaya tunggu Rp5 ribu per setengah jam dan biaya cancel Rp10 ribu bila pengendara sudah jalan ke tempat tujuan," jelas Evilia.

Keunikan layanan ojek ini membuatnya jadi pilihan para perempuan di Surabaya.

"Kalau di kota besar seperti ini kan banyak banget kendaraan umum. Cuma banyak juga kejahatan seksual. Makanya aku pakai ojek syar'i biar aman," kata Ira Fitrani, salah satu penumpang ojek syar'i.

Selain memudahkan penumpang, kehadiran ojek ini juga membantu wanita lain yang ingin punya pekerjaan fleksibel. Di Surabaya sudah ada 20 pengemudi ojek syar'i.

Selain di ibukota Jawa Timur, layanan ini juga hadir di Sidoarjo, Malang hingga kawasan Jabodetabek. Ke depannya, ojek syar'i akan dibuat dengan sistem franchise untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

YUDHA WARDHANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments