hero
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (KEMLU)

EDITOR : REZA ADITYA

9 Juni 2018, 15:35 WIB

INDONESIA

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2019-2020.  Dalam proses pemilihan di markas PBB di New York Jumat, 8 Juni 2018, Indonesia memperoleh 144 suara.

Jumlah keseluruhan yang hadir ada 190 anggota PBB. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia mengalahkan Maladewa yang memperoleh 46 suara untuk mewakili Asia dan Pasifik di DK-PBB.

Suasana pemilhan anggota tidak tetap DK PBB. (KEMLU)

 

"Alhamdulillah Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota tidak tetap DK PBB," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya. "Ini merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia dan hasil kerja keras komponen bangsa."

Indonesia menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya berakhir pada Desember 2018. Indonesia memang tidak akan memiliki hak veto yang dapat mencegah pengadopsian suatu resolusi.

Negara yang memiliki hak eksklusivitas hak veto itu hanya lima. Mereka adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Republik Rakyat Tiongkok, Rusia, atau disebut Negara P5.

Meski tidak memilik eksklusivitas  hak veto, Indonesia tetap dipertimbangkan dan bisa menjadi bagian penting ketika merumuskan kebijakan strategis dunia. Menteri Retno mengatakan Indonesia akan memperkuat ekosistem perdamaian global.

Menlu Retno bersyukur saat Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB. (KEMLU)

 

Indonesia juga akan memanfaatkan keanggotaan di DK PBB agar terbentuk global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Isu Palestina juga akan menjadi perhatian Indonesia.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga terpilih menjadi anggota DK PBB periode 2019-2020 adalah Jerman dan Belgia (mewakili kelompok Eropa Barat); Republik Dominika (Amerika Latin dan Karibia); dan Afrika Selatan (Afrika).

Mereka akan bergabung dengan Negara P5. Lima negara anggota tidak tetap lainnya adalah Pantai Gading, Guinea Ekuatorial, Kuwait, Peru dan Polandia. Indonesia sebelumnya pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments